Senin, 24 Januari 2011

KELAS PISCES (ZOVER)


“KELAS PISCES”
A. PENGERTIAN
Ikan adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) yang berdarah dingin, hidup diair, bergerak dan mempertahankan keseimbangan tubuhnya dengan menggunakan sirip; dan bernafas dengan insang, namun selain menggunakan insang ada juga ikan yang memiliki alat pernafasan tambahan yang fungsinya sama dengan “paru-paru”.
B. CIRI UMUM IKAN
1. Morfologi

Morphology of a bony fish: finned aquatic vertebrates animal with skin covered with scales. It lives in water and is usually oviparous.
Eye                  : sight organ of a fish.
Operculum      : pair of rigid plates covering and protecting the gills of a fish.
Lateral line      : central line dividing a fish lengthwise.
Spiny ray         : spine travelling the length of a fin.
Dorsal fin        : locomotive limb situated on the back of a fish.
Caudal fin       : locomotive limb situated at the end of a fish.
Anal fin           : locomotive limb situated behind the anus of a fish.
Pelvic fin         : locomotive limb situated beneath the pelvic girdle of a fish.
Scale                : each of the small hard plates covering a fish.
Pectoral fin      : locomotive limb situated at the chest of a fish.
Mandible         : lower jaw.
Mouth             : entrance of the digestive tract.
Maxillary         : bone forming the upper jaw.
Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Bentuk luar dari organisme ini merupakan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari organisme. Adapun yang dimaksud dengan bentuk luar organisme ini adalah bentuk tubuh, termasuk di dalamnya warna tubuh yang kelihatan dari luar.
Pada ikan dan pada hewan air lainnya pada umumnya bagian tubuh dibagi menjadi tiga bagian yakni bagian kepala, badan dan ekor. namun pada setiap jenis ikan ukuran bagian-bagian tubuh tersebut berbeda-beda tergantung jenis ikannya.
Adapun organ-organ yang terdapat pada setiap bagian tersebut adalah:
  1. Bagian kepala
yakni bagian dari ujung mulut terdepan hingga hingga ujung operkulum (tutup insang) paling belakang. Adapun organ yang terdapat pada bagian kepala ini antara lain adalah mulut, rahang, gigi, sungut, cekung hidung, mata, insang, operkulum, otak, jantung, dan pada beberapa ikan terdapat alat pernapasan tambahan, dan sebagainya.
  1. Bagian badan
yakni dari ujung operkulum (tutup insang) paling belakang sampai pangkal awal sirip belang atau sering dikenal dengan istilah sirip dubur. Organ yang terdapat pada bagian ini antara lain adalah sirip punggung, sirip dada, sirip perut, hati, limpa, empedu, lambung, usus, ginjal, gonad, gelembung renang, dan sebagainya.
  1. Bagian ekor
yakni bagian yang berada diantara pangkal awal sirip belakang/dubur sampai dengan ujung terbelakang sirip ekor. Adapun yang ada pada bagian ini antara lain adalah anus, sirip dubur, sirip ekor, dan pada ikan-ikan tertentu terdapat scute dan finlet, dan sebagainya.
Adapun morfologi ikan yang terlihat dengan jelas dari luar antara lain adalah bentuk badan, mulut, cekung hidung, mata, tutup insang, sisik, gurat sisi (linea lateralis/LL), sirip dada, sirip perut, sirip punggung, sirip belakang, dan sirip ekor, bentuk dari sirip-sirip tersebut serta warna badan dan atau bagian-bagian badan tersebut.

1. Bentuk tubuh ikan
Antara jenis yang satu dengan jenis lainnya berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap habitat dan cara hidupnya. Adapun bentuk-bentuk tubuh ikan tersebut dibagi dua yakni ikan yang bersifat
·         Simetri bilateral yaitu ikan yang apabila dibeah ditengah dengan potongan sagital, maka kita akan mendapatkan hasil yang sama persis antara bagian kiri dan bagian kanannya
·         Non simetri bilateral yaitu ikan yang apabila dibeah ditengah dengan potongan sagital, maka kita akan mendapatkan hasil yang berbeda antara bagian kiri dan bagian kanannya
a. Simetri bilateral
Dilihat dari bentuk tubuh terutama dari penampang melintangnya ada beberapa macam bentuk tubuh ikan simetri bilateral, bentuk-bentuk tersebut adalah:
  1. Pipih/kompres yakni ikan yang bertubuh pipih atau dengan kata lain lebar tubuh jauh lebih kecil dibanding tinggi tubuh dan panjang tubuh.
2. Picak/depres yakni ikan yang lebar tubuhnya jauh lebih besar dari tinggi tubuhnya
3. Cerutu/fusiform yakni ikan dengan tinggi tubuh yang hampir sama dengan lebar dan
   panjang tubuhnya beberapa kali ukuran tingginya
4. Ular/sidat yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupaibelut atau ular
5. Tali/filiform yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai tali
6. Pita/taeniform/flattedform yakni ikan yang bentuk tubuhnya memanjang dan tipis
   menyerupai pita
7. Panah/sagittiform yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai anak panah
8. Bola/globiform yakni ikan yang bentuk tubuhnyamenyerupai bola
9. Kotak/ostraciform yakni ikan yang bentuk tubuhnya menyerupai kotak
b.Non simetri bilateral
Ikan yang non simetri bilateral diantaranya adalah ikan sebelah dan ikan lidah

2. Bentuk Mulut Ikan
Ada beberapa macam bentuk mulut ikan. Bentuk mulut ikan antara jenis ikan satu dengan jenis ikan lainnya berbeda-beda tergantung pada jenis makanan yang dimakannya. Secara umum ada empat jenis mulut ikan yaitu:
1. Bentuk seperti tabung (tube like)
2. Bentuk seperti paruh (beak like)
3. Bentuk seperti gergaji (saw like)
4. Bentuk seperti terompet
Mulut Dapat Disembul dan Tidak
Berdasarkan dapat tidaknya disembulkan, mulut ikan dibedakan menjadi 2, yakni:
1. Dapat disembulkan
2. Tidak dapat disembulkan
Posisi Mulut
Posisi mulut pada ikan juga bervariasi tergantung dimana letak habitat makanan yang akan dimakannya. Ada empat macam posisi mulut ikan yakni
1. Posisi terminal, yaitu mulut yang terletak di ujung hidung (Gambar 17)
2. Posisi sub terminal, yaitu mulut yang terletak dekat ujung hidung (Gambar 18)
3. Posisi superior, yaitu mulut yang terletak di atas hidung (Gambar 19)
Posisi inferior, yaitu mulut yang terletak di bawah hidung

3. Bentuk Sirip
Bentuk sirip pada ikan baik sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang (dubur) maupun sirip ekor beraneka ragam. Dari semua sirip-sirip tersebut yang lebih khas bentuknya dan terdapat pada berjenis-jenis ikan adalah sirip ekor. Pada dasarnya ada sepuluh macam bentuk sirip ekor yakni:
  1. Sirip ekor bercagak seperti pada ikan mas (Cyprinus carpio), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan bawal (Pampus sp), dan sebagainya.
2. Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan buntal (Tetraodon sp)
3. Sirip ekor berpinggiran tegak, seperti pada ikan tambakan (Helostoma temmincki)
4. Sirip ekor berlekuk kembar, seperti pada ikan Scatophagus argus
5. Sirip ekor berbentuk membundar, seperti pada ikan gurame (Osphronemus gouramy)
6. Sirip ekor berbentuk bajir, seperti pada ikan bloso (Glossogobius sp)
7. Sirip ekor berbentuk meruncing, seperti pada ikan belut (Monopterus albus)
8. Sirip ekor berbentuk sabit, seperti pada ikan tongkol (Euthynus sp)
9. Sirip ekor berbentuk episerkal, dalam hal ini ekor bagian atasnya lebih panjang
  dibanding ekor bagian bawahnya seperti yang terdapat pada ikan atlantik sturgeon
  (Acipencer oxyrhynchus)
   10. Sirip ekor berbentuk hiposerkal, dalam hal ini ekor bagian bawah lebih panjang
      dibanding ekor bagian atasnya seperti yang terdapat pada ikan caracas (Tylosurus
      sp)

4. Linealateralis (LL)
Kalau kita perhatikan morfologi ikan, kita eringkali mendapatkan ada semacam garis titik-titik pada ikan yang dikenal dengan istilah lineateralis (LL). Linealateralis adalah garis yang dibentuk oleh pori-pori, sehingga LL ini terdapat baik pada ikan yang bersisik maupun ikan yang tidak bersisik. Pada ikan yang tidak bersisik LL terbentuk oleh pori-pori yang terdapat pada kulitnya, sedangkan pada ikan yang bersisik LL terbentuk oleh sisik yang berpori. Pada umumnya ikan mempunyai satu buah garis LL, namun demikian adapula ikan yan mempunyai beberapa buah LL. LL ini berfungsi LL untuk mendeteksi keadaan linkungan, terutama kualitas air dan juga berperan dalam proses osmoregulasi.
Selain hal tersebut di atas, ikan seringkali mempunyai ciri-ciri khusus, dalam hal ini ada ikan yan mempunyai finlet, skut atau kil dengan definisi sebagai berikut.
• Finlet adalah sirip-sirip kecil yang terdapat di belakang sirip punggung dan sirip belakang
  (dubur), contohnya akan kita dapati pada ikan kembung (Rastrelliger sp)
• Skut adalah kelopak tebal pada bagian perut atau bagian pangkal ekor ikan selar (Caranx sp)
• Kil adalah rigi-rigi yang puncaknya meruncing dan terdapat pada pada batang ekor, seperti
  yang terdapat pada ikan tongkol
• Sirip lunak (adipose fin) adalah sirip tambahan berupa lapisan lemak yang ada di belakang sirip
  punggung atau sirip belakang seperti pada ikan jambal (Ketengus sp)
5. Kerangka Ikan
Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.
6. Sisik Ikan
Derivat sisik yang dapat ditemui adalah modifikasi sisik placoid membentuk gigi Shark, kelenjar racun pada Dasyatidae. Selain itu terdapat juga bentukan barbells clan flaps selain organ cahaya.
Jenis sisik yang duniliki ikan dapat dibagi atas bahan-bahan pembentukannva, vaitu:
1.    Sisik Placoid, yaitu sisik yang biasa dimiliki oleh kelompok Elasmobranchii dan disebut
dermal denticle. Sisik ini terbentuk seperti pada gigi manusia dimana bagian ectodermalnya memiliki lapisan email yang disebut sebagai vitrodentin dan lapisan dalamnya ‘disebut dentine yang berisi pembuluh dentinal.
2.    Sisik Cosmoid, yaitu sisik yang memiliki bagian terluar disebut vitrodentilie, lapisan
bawahnya disebut cosinine dan bagian terdalam terdapat pefilbuluh darah, syaraf dan substansi tulang isopedine.
3.    Sisik Ganoid, yaitu sisik yang memiliki lapisan terluar b erupa pemunpukan garani-garam
anorganik yang disebut ganoine. Bagian dalamaya terdapat substansi tulang isopedine.
4.    Cycloid dan Ctenoid, yaitu sisik yang tidak mengandung dentine. Dua jenis sisik ini paling banyak ditemui pada kebanyakan ikan.

2.    Anatomi Ikan
Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan :
1.    Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan
sumber-sumber pewarnaan.
2. Sistem otot (urat daging): – penggerak tubuh, sirip-sirip, insang- organ listrik
3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan
   penegak tubuh
4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan
5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : – organnya jantung dan sel-sel darah –
   mengedarkan O2, nutrisi, dsb
6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus
7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi
8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb
9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal
10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina
Ada hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya :
- Sistem urat daging dan sistem rangka mempengaruhi bentuk tubuh menentukan cara
 Bergeraknya.
- Sistem pernafasan dan peredaran darah O2 dari perairan ditangkap oleh darah,
  Dipertukarkan dengan CO2 dibawa ke seluruh tubuh melalui darah

3. Fisiologi Ikan
1. Sistem Penutup Tubuh/Kulit
Kulit terdiri dari 2 lapis :
-  Epidermis; terluar, tipis, selalu berganti
-  Dermis; di bawah epidermis, lebih tebal, tempat terbentuknya sisik
Fungsi kulit :
1. pembungkus/penutup tubuh
2. pertahanan pertama terhadap penyakit dan parasit
3. penyesuaian terhadap kondisi lingkungan
4. alat ekskresi – osmoregulasi
5. alat pernafasan tambahan
Organ yang terdapat pada kulit :
- sisik, termasuk skut dan kil
- kelenjar lendir
- kelenjar racun
- sumber pewarnaan
- organ cahaya ikan-ikan laut dalam
Tipe-tipe sisik : sikloid, ktenoid, plakoid, ganoid, cesmoid.
Kelenjar lendir : mengeluarkan lendir
Fungsi lendir :
1. mencegah gesekan badan dengan air, mempercepat gerakan
2. mencegah keluar-masuk air melalui kulit
3. mencegah infeksi
4. menutup luka
5. mencegah kekeringan (pada ikan paru-paru)
6. membuat sarang (pada spesies ikan tertentu)
Kelenjar racun
Pada spesies-spesies tertentu modifikasi kelenjar lendir, letaknya berbeda-beda di sirip-sirip, fungsinya untuk pertahanan diri, menyerang, dan mencari makan.
Sumber pewarnaan pada ikan
Fungsi pewarnaan penyamaran, persembunyian, pemberitahuan, menghindar dari predator, menunggu mangsa, komunikasi dengan lawan jenis.
2. Sistem Urat Daging (Otot)
Jenisnya :
- Bergaris
- Polos
- Jantung
Kerjanya :
- Di bawah rangsang saraf
- Tidak di bawah rangsang saraf
Fungsinya :
Untuk pergerakan tubuh, sirip-sirip, rongga mulut, dan organ-organ dalam.
Pada ikan ada modifikasi urat daging, menjadi organ listrik pada ± 250 spesies ikan terutama ikan-ikan laut, di daerah tropis dan sub-tropis. Fungsinya untuk pertahanan diri (voltase listrik yg dihasilkan tinggi) dan untuk mencari makan (voltase rendah).
3. Sistem Rangka (Tulang)
Fungsi rangka :
1. Penegak tubuh
2. Tempat melekatnya otot
3. Pelindung organ-organ dalam
4. Membentuk eritrosit
Berdasarkan strukturnya, rangka ikan ada 2 macam :
a. Rangka tulang rawan, pada ikan-ikan Elasmobranchii (cucut dll)
b. Rangka tulang benar, pada ikan-ikan Teleostei (pada umumnya ikan-ikan)
Berdasarkan letaknya :
- Tulang tengkorak
- Tulang punggung
- Tulang rusuk
- Tulang penyokong insang  disebut rangka VISCERAL
- Tulang penyokong sirip  disebut rangka APPENDICULAR
Tulang-tulang penutup insang :
- Operculum
- Sub operculum – di bawah
- Pre operculum – di depan
- Interculum – diantara
4. Sistem Pencernaan
Definisi :
Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara fisik dan kimia, sehingga menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah.
Organ-organ :
Saluran pencernaan terdiri dari (dari arah depan/anterior ke arah belakang/posterior) berturut-turut : mulut/rongga mulut  esofagus  lambung  hati, empedu, pankreas (pilorus dan pilorik saeka) usus
Organ-organ tambahan : kelenjar hati, kelenjar empedu, dan kelenjar pancreas
Organ-organ pelengkap : sungut, gigi, tapis insang.
Menurut jenis makanannya, ikan tergolong menjadi karnivor (makan ikan lain, kepiting, serangga, dsb), herbivor (makan plankton, tanaman air, dsb), dan omnivor (makannya campuran).
Jenis makanan ikan dan cara makannya dapat diduga dari :
- Bentuk mulut, posisi mulut
- Tipe gigi : canin, incisor, dsb
- Tulang-tulang tapis insang : rapat, panjang, halus, dsb
- Perbandingan antara panjang usus dengan panjang tubuhnya
Untuk efektivitas sistem pencernaan, terdapat modifikasi-modifikasi pada lambung (misalkan belanak) dan pada usus (misal pada ikan hiu). Dengan mengetahui jenis makanan alami dan cara makannya, dapat diterapkan pada usaha budidaya ikan.
5. Sistem Sirkulasi (Peredaran Darah)
Definisi :
Sistem sirkulasi adalah sistem yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, juga mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam, hormon, dan anti bodi serta mengangkut CO2 dari dalam usus, kelenjar-kelenjar, insang, dan sebagainya, keluar tubuh.
Organ-organ :
Jantung, pembuluh nadi (aorta, arteri) dan pembuluh balik (vena), dan kapiler-kapiler darah. Bahan yang diedarkan : darah (plasma darah dan butir-butir darah)
Jantung ikan :
- Fungsi : memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Beda jantung ikan dengan jantung hewan
          lain ada alat pacu jantung yg memungkinkan jantung terus berdenyut walaupun otak
          sudah rusak
- Bagian-bagian jantung :
• Atrium – berdinding tipis
• Ventrikal – berdinding tebal, sebagai pemompa darah
• Bulbus arteriosus
Sebelum atrium, terdapat sinus venosus (SV) yang mengumpulkan darah berkadar CO2 tinggi, berasal dari organ-organ tertentu. Darah dari SV masuk ke dalam atrium melalui katup sinuautrial, dari atrium darah masuk ke dalam ventricle melalui katup atrioventricular. Dari ventrikel darah ditekan dengan daya pompa padanya, menuju ke arah aorta ventralis, menuju ke insang. Di insang terjadi pertukaran O2 dengan CO2 (pada sistem pernafasan) dan seterusnya darah dengan kandungan O2 tinggi diedarkan ke daerah kepala, ke bagian dorsal, ke ventral, dan ekor setelah mengedarkan nutrisi dsb, kembali ke jantung dan seterusnya.
6. Sistem Pernafasan
Definisi Pernafasan:
Pertukaran CO­2 (sisa-sisa proses metabolisme tubuh yang harus dibuang) dengan O2 (berasal dari perairan, dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme dan sebagainya).
Organ-organ pernafasan :
- Terutama insang: mengambil O2 dari perairan
- Organ tambahan: paru-paru, labirin, dsb, mengambil O2 dari udara. Kulit dan kantung kuning telur pada embrio dan larva
Insang, bagian-bagiannya :
- Tulang lengkung insang
- Tulang tapis insang
- Daun insang
Fungsi bagian-bagian insang :
1.    Tulang lengkung insang sebagai tempat melakeatnya tulang tapis insang dan daun insang,
   mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran syaraf
2.    Tulang tapis insang, berfungsi dalam sistem pencernaan untuk mencegah keluarnya organisme makanan melalui celah insang
3.    Daun insang, berfungsi sebagai dalam sistem pernafasan dan peredaran darah, tempat
   terjadinya pertukaran gas O2 dengan CO2.
Mekanisme pernafasan :
Pertukaran gas CO2 dan O2 terjadi secara difusi ketika air dari habitat yang masuk melalui mulut, terdorong ke arah daerah insang. O2 yang banyak dikandung di dalam air akan diikat oleh hemoglobin darah, sedangkan CO2 yang dikandung di dalam darah akan dikeluarkan ke perairan. Darah yang sudah banyak mengandung O2 kemudian diedarkan kembali ke seluruh organ tubuh dan seterusnya.
Hal-hal yang berkaitan dengan sistem pernafasan :
1. Perairan harus mengandung O2 cukup banyak
2. Bila perairan kurang O2, ikan akan antara lain :
a. Menuju permukaan pedagang ikan
b. Menuju tempat pemasukkan air
c. Menuju tempat air yg berarus
3. Daun insang harus dalam keadaan lembab
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2:
1. Ukuran dan umur (standia hidup) : ikan-ikan kecil membutuhkan O2 >>
2. Aktivitas ikan : yang aktif berenang perlu O2 >>
3. Jenis kelamin : ikan betina membutuhkan O2 >>
4. Stadia reproduksi
7. Sistem Saraf dan Hormon
Kedua sistem ini dapat dikatakan sebagai sistem koordinasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan dan perubahan status kehidupan (reproduksi dsb). Perubahan lingkungan akan diinformasikan ke sistem saraf (saraf pusat dsb), saraf akan merangsang kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon-hormon yang dibutuhkan hormon dikirim ke organ target dan aktivitas metabolisme akan merangsang jaringan-jaringan a.l untuk bergerak.
Sistem saraf terdiri dari :
- Sistem cerebro spinal :
• Sistem saraf pusat : otak dan tulang punggung
• Sistem saraf tepi
- Sistem otonomi : simpati dan parasimpati
- Organ-organ khusus : hidung, telinga, mata, LL
Keistimewaan sistem saraf pada ikan :
Sistem saraf pada LL mendeteksi kondisi lingkungan (pH, suhu, dsb) karena mengandung ujung-ujung sel saraf dan sel darah.
Sistem Hormon :
Hormon dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar hormon a.l hormon pertumbuhan, hormon reproduksi, hormon ekskresi & osmoregulasi.
Menurut hasil kelenjar hormon :
- Endo hormon : yang bekerja di dalam tubuh, seperti hormon-hormon di atas
- Ekto hormon : yang bekerja di luar tubuh, seperti fenomen : merangsang jenis kelamin
  lain mendekat untuk berpijah.
9. Sistem Ekskresi dan Osmoregulasi
Definisi Sistem Ekskresi :
Sistem pembuangan proses metabolisme tubuh (berupa gas, cairan, dan padatan) melalui kulit, ginjal, dan saluran pencernaan).
Sistem Osmoregulasi :
Sistem pengaturan keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh (air dan darah) dengan tekanan osmotik habitat (perairan).
Organ-organ dalam sistem ekskresi : kulit, saluran pencernaan, dan ginjal.
Organ-organ sistem osmoregulasi : kulit, ginjal, insang, lapisan tipis mulut.
Ginjal :
Teletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis, sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang.
Fungsi Ginjal :
  1. Menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang, zat-zat yang diperlukan tubuh
diedarkan lagi melalui darah
  1. Mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan tubuh. Tekanan osmotik cairan tubuh berbeda antara ikan-ikan bertulang benar (Teleostei) yang hidup di laut dengan yang hidup di perairan tawar, demikian juga dengan ikan-ikan bertulang rawan (Elasmobranchii), sehingga struktur dan jumlah ginjalnya juga berbeda, demikian juga dengan sistem osmoregulasinya.
10. Sistem Reproduksi dan Embriologi
Definisi :
Sistem reproduksi adalah sistem untuk mempertahankan/melestarikan spesies dengan menghasilkan keturunan yang fertil. Embriologi adalah urutan proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma) sampai menjadi anak ikan dan seterusnya.
Organ-organ reproduksi :
Organ kelamin (gonad) : menghasilkan sel-sel kelamin (gamet)
Gonad jantan : testes, biasanya sepasang, kiri dan kanan menghasilkan spermatozoa
Gonad betina : ovari/ovarium menghasilkan telur
Tipe reproduksi :
Berdasarkan organ kelamin :
1. Biseksual (individu betina terpisah dari individu jantan) 2 macam
2. Hermafrodit (sel kelamin jantan dan betina terdapat pada satu individu) 3 macam
3. Partenogenesis dan ginogenesis
Berdasarkan proses pembuahan sel telur oleh spermatozoa :
1.    Eksternal (ovivar) : pembuahan di luar tubuh betina, perkembangan embrio di luar tubuh betina, jumlah telur ratusan s.d ribuan
2. Internal
a. Vivipar : pembuahan di dalam tubuh betina, embrio mendapatkan sari makanan dari
   induk sampai menetas
b. Ovovivipar : embrio mendapat sari makanan dari kuning telur
Organ penyalur spermatozoa :
- Gonopodium (ikan seribu)
- Clasper (cucut)
Berdasarkan perlindungan induk terhadap telur/anaknya :
1. Tanpa perlindungan :
- Telur banyak (ratusan ribu), ukuran kecil  tongkol, patin, bandeng
- Pemijahan di tempat terbuka
2. Membuat sarang :
- Tanpa ditunggu induk
- Sarang dari daun-daunan, kayu, pasir
3. Di lokasi khusus, tanpa perlindungan induk
- Di bebatuan, tenggelam di dasar
- Di tanaman air
- Diletakkan pada cangkang bivalva hidup
- Diletakkan di pasir
4. Perlindungan induk di luar tubuh
- Buih/gelembung
- Kayu/daun
- Lubang/sarang
5. Perlindungan induk di dalam tubuh
- Di dalam mulut
- Di cekungan di kepala
- Di dalam ”uterus”
Ciri kelamin
1. Primer (gonad dan saluran yang terlibat langsung dalam proses reproduksi)
- Jantan : organnya testes dengan salurannya vas deferens
- Betina : organnya ovarium dengan salurannya oviduct baru diketahui setelah
          dilakukan pembedahan
2. Sekunder (terlihat dari luar, tidak terlibat langsung dalam reproduksi)
- Bentuk/ukuran (dimorfisme)
Badan, kepala, ukuran sirip, adanya genital papila, ovopositor
- Warna (dikromatisme)
Jantan : cerah, warna-warni
Betina : sederhana, hanya satu warna
- Tingkah laku
Jantan : agresif, lincah, membuat sarang
Betina : tenang, menunggu sarang selesai
C. HABITAT
Air Tawar (sungai)
Air Tawar (sungai), sumber : morning dew
Habitat air tawar dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
* Air tergenang, atau habitat lentik (berasal dari kata lenis yang berarti tenang) : danau, kolam, rawa atau pasir terapung
* Air mengalir, atau habitat lotik (berasal dari lotus yang berarti tercuci) : mata air, aliran air (brook-creek) atau sungai.
Air Laut

Kedalaman lautan dibagi menjadi 3 lapisan zona, yaitu :
  1. Permukaan laut pada waktu air surut sampai kedalaman 100 meter yang disebut epipelagik. Sampai kedalaman 100 meter itu masih ada fotosintesis oleh flora laut, dan dihuni oleh ikan-ikan eufotik.
  2. Kedalaman 100 m sampai 2000 m dan disebut mesopelagik, dihuni oleh ikan-ikan bentik. Ikan-ikan mesopelagik cenderung berwarna abu-abu keperakan atau hitam kelam. Sebaliknya, invertebrata mesopelagik berwarna ungu atau merah cerah.
  3. Kedalaman 2000 m sampai 4000 m disebut batialpelagik, dihuni oleh ikan-ikan batial. Organisme yang hidup di zona ini tidak berwarna atau berwarna putih kotor dan tampak tidak berpigmen khususnya hewan-hewan bentik. Tetapi ikan penghuni zona ini berwarna hitam kelam.
Air Payau
Air payau (estuarin) adalah badan-badan air dimana air tawar dari sungai bercampur dengan air asin dari laut. Estuarin itu terbentuk bila sungai mengalir masuk ke dalam laut. Karena estuarin merupakan zona transisi antara 2 macam lingkungan, yaitu : lingkungan air tawar dan lingkungan laut, maka merupakan ekoton. Ekoton berarti rumah atau tempat tinggal yang mempunyai hubungan harmonis dengan rumah atau tempat tinggal lainnya sehingga masing-masing berfungsi baik. Salinitas air estuarin berfluktuasi, dipengaruhi oleh musim, bahkan air pasang surut. Tanah di estuarin itu berlapis-lapis sesuai dengan tinggi rendahnya batas pasang surut, dan di daerah itu terdapat bermacam-macam fauna. Ikan-ikan diadrom berada dalam estuarin pada bulan-bulan tertentu, baik ikan air tawar maupun ikan laut. Baik ikan-ikan yang hidup di estuarin maupun ikan-ikan pendatang (anadrom dan katadrom) sangat toleran terhadap perubahan salinitas dan lain-lain faktor (temperatur, pH, dan sebagainya). Ikan-ikan yang memang hidupnya di lingkungan estuarin antara lain : hering, karper, minaus.

D. KLASIFIKASI IKAN
1. Ciri karakteristik kelas Agnatha
            Kata Agnatha berasal dari kata (A = tidak, Gnathos = rahang). Hewan yang termasuk agnatha merupakan ikan primitive yang tidak memiliki rahang. Hidup secara parasit ataupun pemakan bangkai (scavanger). Bentuknya mirip seperti belut yang memiliki mulut penghisap bundar.
Cirri-ciri ikan yang termasuk dalam kelas Agnatha.
  1. Badannya memanjang berbentuk silinder sedangkan ekornya pipih. Kulitmnya licin tanpa sisik, dilengkapi kelenjar lender (mucus). Sirip tengah dorsal disokong oleh tulang-tulang sirip (tulang rawan).
  2. Matanya ada sepasang
  3. Mulutnya ventro anterior dan merupakan mulut penghisap, dipinggiran terdapat tentakel.
  4. Kanong hidung terdapat disebelah tengah atas dan jumlahnya hanya satu
  5. Tengkorak kepala dan lengkung insang (viceral) terdiri dari tulang rawan dan notochord masih didapati dilengkapi archus neuralis yang tidak sempurna.
  6. Jantung terdiri dari dua ruang (serambi dan bilik). Darah merah berbentuk bulat-bulat dan berinti juga memiliki butir-butir darah putih.
  7. Insang terdiri dari 6 sampai 14 pasang terdapat disisi pharynk berbentuk kantong.
  8. Ginjalnya sepasang bermuara di papil urogenitalis
  9. Temperature tubuhnya tidak tetap (poikiloterm)
  10. Alat kelamin atau (gonad) sebuah tidak memiliki saluran kepapila urogenitalis. Pembuahannya terjadi di luar tubuh. Telur yang sudah dibuahi menetas menjadi larva dan ada yang langsung menjadi hewan (anak) – dewasa.
  11. Otaknya berkembang naik, dengan 8 atau pasang saraf cranial
  12. Mempunyai alat pendengar dengan 1 atau 2 bentuk saluran setengah lingkaran.
  13. Mempunyai indra pembau
·         Kelas Agnatha terbagi atas dua ordo, yaitu:
ü  Mixiniformes (hagfish)
ü  Petromizontiformes (belut laut)
Contoh Belut laut (Petromyzon sp)


 

           





Lamprey (terkadang disebut belut lamprey) adalah ikan tak bertaring. Lamprey merupakan spesies minoritas. Dalam zoologi, lampreys sering tidak dianggap sebagai ikan sejati karena morfologi dan fisiologinya yang berbeda.
a.      Karakteristik Eksternal
Tubuh berupa kombinasi antar kepala dan badan, berbentuk silinder. Ekor pipih lateral. Sirip median. Ada corong bukal (buccal funnel/corong mulut) di sebelah ventral kepala dan bergigi. Satu lubang hidung. Dua buah mata, tertutup dengan kulit tembus cahaya (bukan kelopak mata). Dibelakang tiap mata ada 7 celah insang. Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik-titik perasa. Anus pada dasar ekor, di dekatnya ada papilla urogenital. Tidak ada sisik. Seluruh tubuh tertutup dengan epitel berlendir.
b.      Morfologi dan Fisiologi sistem organ

§  Kerangka Tubuh
Notokorda ada selama hidup sebagai skeleton aksial, terbungkus oleh jaringan ikat keras. Lain-lain elemen skeleton terbuat dari tulang rawan.
§  Sistem Otot
Tubuh berupa lingkaran-lingkaran otot yang tersusun sebagai huruf W. corong bukal digerakkan oleh otot-otot radial. Lidah digerakkan otot retractor dan protractor.
§  Sistem pencernaan
Mulut dari mulut terus ke faring, esophagus dan ke usus (di sini tidak ada lambung). Usus itu mempunyai katup spiral (tiflosol), terus ke anus. Ada hati.
§  Sistem sirkulasi
Jantung terletak dalam ember brankial, dan terbungkus oleh kantong pericardial yang berhubungan dengan selom. Ada sebuah aurikel dan sebuah ventrikel. Darah dari jantung dipompa ke aorta ventral, lalu didistribusi ke 8 pasang cabang aferen yang menuju insang. Darah dari insang dikumpulkan dalam aorta dorsal, lalu dialirkan ke bagian anterior dan posterior tubuh. Sistem vena mengembalikan darah melalui hati ke jantung. Tidak ada sistem porta renal. Ada pembuluh-pembuluh limfa.
§  Sistem Respirasi
Pada belut laut terdapat 7 pasang insang. Tiap insang mengandung banyak filamen insang dengan kapiler-kapiler kecil. Darah dapat udara dalam filament-filamen insang. Berbeda dengan ikan-ikan chondrichthyes dan osteichthyes, ikan-ikan siklostomata itu mengalirkan air masuk dan keluar celah insang. Hal ini perlu, sebab belut laut sering menempel pada ikan korbannya dengan corong bukal, sehingga air tidak mungkin melalui mulut. Tetapi pada larvanya air masuk melalui mulut dan keluar melalui insang.
§  Sistem ekskresi
Dua ginjal berupa mesonefros melepaskan ekskret melalui ureter, terus ke sinus urogenital, lalu kepapilla urogenital.
§  Sistem saraf
Otak terbagi 3 bagian: otak depan, terdiri dari lobus olfaktorius yang berpasangan, hemisfer serebral, diensefalon dan infundibulum serta struktur pineal. Otak tengah mengandung lobus optikus. Otak belakang terdiri dari serebellum, medulla oblongata. Diatas medulla terdapat apertura yang mengandung pleksus koroideus. Dalam otak seperti pada vertebrata lain terdapat 4 ventrikel. Ada 10 pasang saraf cranial. Kordo saraf bercabang menjadi 2 buah saraf spinal (ventral dan dorsal) yang dihubungkan satu dengan yang lain seperti pada vertebrata lainnya. Mungkin ada saraf simpatik.
§  Sistem indera
Lubang hidung tunggal itu menuju kekantong olfaktori yang mengandung akhiran-akhiran saraf pembau. Disamping 2 mata ada lagi mata pineal dibelakang lubang hidung. Telinga dalam sebagai organ keseimbangan. Dalam faring ada organ perasa. Dua garis lateral tubuh juga sebagai organ perasa.
§  Sistem Reproduksi dan Perkembangan
Pada larva terdapat gonad hermafrodit, tetapi setelah dewasa menjadi kelenjar kelamin jantan dan betina. Ketika dewasa sebagai hewan diesius. Telur atau spermatozoa dikeluarkan dari gonad langsung ke kavum abdominalis, terus ke porus genital, dan ke sinus urogenital lalu keluar di alam bebas. Fertilisasi eksternal.
2.    Ciri-ciri dan fisiologi Kelas Chondrichthyes
Kelas ini diberi nama Chondrichthyes karena rangkanya tersusun dari tulang rawan.Kelas ini merupakan hewan yang tingkatannya paling rendah dalam vertebrata dengan vertebrae yang lengkap dan terpisah-pisah,mempunyai rahang yang dapat digerakkan dan anggota gerak yang berpasangan.Semuanya adalah hewan predator dan penghuni lautan.Contoh ikan hiu dan ikan pari.
a)   Karakteristik Kelas Chondrichthyes
§  Kulitnya liat,dilindungi sisik placoid yang kecil dan mempunyai banyak kelenjar mucus,mempunyai sirip median dan sirip berpasangan,semua di sokong oleh jari-jari sirip; pada yang jantan sirip pelvis ada clasper( alat untuk copulasi)
§  Mulut terletak di ventral,dengan gigi yang dilapisi email
§  Skeleton dari tulang rawan ,tidak ada tulang sejati ; cranium disambungkan sense capsule yang berpasangan ; vertebrae banyak,lengkap dan terpisah
§  Cor terdiri dari 2 ruang, 1 atrium dan 1 ventrikel
§  Respirasi dengan menggunakan 5-7 pasang insang,masing-masing berada di dalam celah yang terpisah.
§  Susunan saraf mempunyai 10 pasang nervi craniales
§  Temperatu tubuh bervariasi sesuai dengan lingkungannya ( piokiloterm)
§  Jenis kelamin terpisah,gonad berpasangan,saluran reproduksi bermuara pada cloaca,fertilisasi internal,ovipar atau ovivivipar.
b)   Morfologi dan fisiologi sistem organ
·         Sistem skeleton
Otak dan organ-organ sensori dibungkus dan dilindungi oleh konrokranium.Dibawahnya ada skeleton visceral yang terdiri dari rahang bawah dan lengkung-lengkung neural. Hanya vertebra kaudal yang berisi lengkung-lengkung haemal.Sirip-sirip di sokong oleh tulang rawan,dan bagian distal diperkuat dengan jari-jarikeratin. Ada sabuk-sabuk pectoral dan pelvik yang berturut-turut menyokong sirip-sirip pektoral dan pelvik.
·         Sistem Otot
Otot-otot diseluruh tubuh secara teratur bersegmen(metamerik) disebut miotom. Otot-otot itu bermodifikasi di kepala dan di apendiks.
·         Sistem Pencernaan
Rahang tertutup dengan gigi ( berasal homolog dengan sisik ). Faring terbuka lateral ke dalam 5 pasang celah insang. Esofagus ,di sebelah posterior faring ,terus bersatu dengan bagian kardial lambung ,terus kebagian pilorik lambung,lalu berkelok ke depan membentuk huruf U. Terus ke duodenum lalu usus yang berkatup spiral ,akhirnya ke rectum dan kloaka. Kloaka itu merupakan lubang keluar sistem pencernaan, sistem ekskresi dan sistem reproduksi. Ada hati dan pancreas dengan saluran empedu dan saluran pancreas yang terbuka dalam duodenum. Ada kandung empedu terletak dalam hati dan ada kelenjar rectal.         


·         Sistem Respirasi
Celah insang yang terakhir mengandung semibranch (setengah insang) pada dinding anterior. Celah–celah insang lainnya baik dinding anterior maupun posterior mempunyai setengah insang. Jadi pada tiap sisi faring ada 9 buah setengah insang.
Disamping itu ada sisa insang (insang vestigial) yang di sebut pseudobranch pada tiap spirakulum. Pseudobranch adalah sepasang celah insang pertama dari 6 pasang celah insang pada waktu embrio. Air masuk melalui mulut ,melewati faring,lalu keluar melewati celah – celah insang.
·         Sistem Sirkulasi
Jantung hanya mempunyai satu atrium dorsal (aurikel) yang menerima darah dari sinus venosus, dan satu ventrikel ventral yang memompa darah ke konus arteriosus. Dari konus itu darah selanjutnya menuju aorta ventral yang lalu bercabang–cabang menjadi 5 buah arteri brankial aferen,terus masuk ke dalam insang. Dalam insang terdapat kapiler–kapiler. Darah dalam kapiler–kapiler itu di tapis oleh arteri brankial eferen. Kapiler–kapiler lalu bersatu membentuk aorta dorsalis , dan dari sini darah masuk kedalam seluruh tubuh . Darah vena lalu kembali  melalui dua buah saluran Cuvier (yaitu vena cardinal umum) dan masuk kedalam sinus venosus. Saluran Cuvier itu bermuara dalam sinus venosus melalui vena cardinal anterior dan vena cardinal posterior.
Darah dari dinding saluran pencernaan masuk kedalam hati melalui vena porta hepatis lalu ke sinus venosus melalui sinus-sinus hati. Vena porta renalis membawa darah dari ujung posterior ke kapiler-kapiler mesonefros , dan dari ginjal ini darah masuk ke vena cardinal posterior.
·         Sistem Ekskresi
Ginjal 2 buah , panjang,sempit,mesonefros,yang mengeluarkan ekskret ke kloaka melalui saluran Wolff (saluran mesonefros). Ginjal itu ada di dorsal selom , menempel pada kolumna vertebrae.
·         Sistem Saraf
Otak dibagi menjadi 5 bagian dengan sepuluh pasang saraf cranial. Korda spinalis mengeluarkan saraf spinal yang tersusun segmental. Ada sistem saraf otonom. Tabel 4 memberikan penjelasan tentang bagian bagian otak dan hubungannya dengan saraf –saraf krinal.
·         Sistem Sensori
Kecuali dalam hal bentuk, proporsi dan tidak adanya kelopak mata,maka secara fundamental mata ikan hiu sam seperti mata manusia. Lubang hidung hanya terbuka keluar,tidak ada hubungannya denga faring (disebut lekuk hidung) . Lekuk itu dilapisi dengan selaput olfaktori , dan dari selaput itu ada serabut serabut ke lobus olfaktori dari otak. Pada kedua sisi tubuhnya terdapat garis / alur lateral dan bersama dengan ampul – ampul untuk mendeteksi vibrasi dalam air .
Kanal – kanal semisirkular (telinga luar) berhubungan dengan utrikulus dari telinga dalam dan di bagi menjadi 3 bagian : anterior vertical,posterior vertical,dan horizontal. Kanal kanal semisirkular itu untuk mendeteksi gangguan-gangguan dalam keseimbangan. Utrikulus berhubungan dengan sakkulus di sebelah ventral. Saluran saluran endolimfatik yang menjulur di sebelah dorsal utrikulus , menghubungkan telinga dalam dengan dunia luar.
·         Reproduksi dan perkembangan
Fertilisasi internal. Ikan Hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang di sebut klasper ( penjepit ). Yang betina mempunyai 2 ovarium di dekat ujung anterior kavum abdominal. Telur yamg masak melepaskan diri, menembus selaput ovarium ,dan masuk kedalam selom. Telur itu lalu di tarik masuk kedalam selom . Telur itu lalu di tarik masuk kedalam ostium yang berbentuk corong ,terus masuk oviduk ( ada dua ). Ujung posterior oviduk itu masing-masing membesar menjadi uterus . Dalam uterus  embrio berkembang sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenang. Hiu jantan mempunyai 2 tetes. Spermatozoa mencapai saluran Wolff melalui vaseferen yang banyak jumlahnya. Saluran Wolff itu berfungsi sebagai yas deferens.
Kelas Chondrichthyes terbagi menjadi dua subkelas, yakni Elasmobranchii (Hiu, Pari dan Skate) dan Holocephalii (Kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan kadang-kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri).
a.    Subkelas Elasmobranchii
Kelompok ini memliki ciri-ciri celah insang 5-7 pasang, tanpa tutup insang, mempunyai operculum, dan mempuyai kloaka. Subkelas ini mencakup dua ordo, yakni
1.    Ordo Squaliformes
Ordo squaliformes memiliki cirri-ciri, yaitu celah insang pada sisi lateral kepala, tepi anterior sirip dada tidak melekat pada sisi tubuh. Ordo ini mencakup 13 famili yang salah satu contohnya family squalidae dengan contoh sepsis Squalus acnathias

Gambar : Ikan Hiu
2.      Ordo Rajiformes (Hypotremata)
Ordo rajiformes memilki cirri yaitu celah insang pada sisi ventral kepala, tepi anterior sirip dada berlekatan dengan sisi-sisi kepala dan badan. Ordo ini mencakup 7 famili, yang salah satu di antaranya Famiili Rajidae dengan contoh spesies Raja erinaceae
Ikan Pari
b.   Subkelas Holocephalii
Kelompok ini memiliki cirri-ciri, yaitu insang 4 pasang terletak pada sisi kepala tertutup oleh tutup insang, dengan celah insang satu pasang. Tanpa sisik, tanpa spirakulum, tanpa kloaka, tepi anterior sirip dada tidak melekat pada tubuh. Subkelas ini mencakup satu ordo Chimaeriformes dan satu family Chemaeridae dengan contoh spesies Chimaera monatrosa.
Ikan Chimaera monatrosa
  
3.    Cirri-ciri Kelas Ostheichthyes
Kelompok Ostheichthyes ini memiliki kerangka yang tersusun dari tulang keras yang mengandung matriks kalsium fosfat. Cirri-ciri lainnya adalah
a.       Mulut terdapat di bagian depan tubuh
b.      Celah insang satu di masing-masing sisi kepala
c.       Sirip ekor memiliki panjang yang sama pada bagian atas dan bawah
d.      Kulit licin karena sekresi mucus oleh kelenjar pada kulit
e.       Adanya gelembung renang sehingga tidak tenggelam saat tidak bergerak
f.       System gurat sisi terdapat pada sisi tubuh
g.      Usus panjang dan ramping menggulung
h.      Fertilisasi terjadi di luar
i.        Mengeluarkan telurnya atau bersifat ovipar
Kelompok hewan ini hidup di laut dan dihampir setiap habitat iar tawar. Osteichthyes mencakup subkelas Brachiopterygii dan subkelas Sarcopterygii (yunani, sarkodes = berdaging) dan subkelas Actinopterygii (yunani, aktin = berkas, pteryg = sirip).
1.    Subkelas Brachiopterygii
Kelompok ini memiliki tubuh yang tertutup oleh sisik tebal berbentuk jajaran genjang, pangkal sirip menyempit dan tertutup oleh sisik-sisik, sirip punggung tersusun atas 8 atau lebih lembaran-lembaran sirip berjejer ke belakang, masing-masing dengan satu spina di bagian depan, ekor bertipe diphycercal, gelembung udara seperti paru-paru. Contoh spesies adalah Polypterus bichir
Polypterus bichir
2.    Subkelas Sarcopterygii
Kelompok ini memiliki sirip dada dan sirip pelvis yang berotot. Sirip ini digunakan untuk berjalan di dasar perairan atau darat. Ikan yang termasuk kelompok ini adalah ikan bersirip lobus dan ikan paru-paru (lungfish). Contoh ikan bersirip lobus adalah coelancanth dengan nama spesies Latimeria chalumnae. Ikan paru-paru hidup di rawa dan kolam. Ikan paru-paru akan naik ke permukaan untuk bernapas, jika perairan mongering saat musim kemarau, ikan paru-paru bersarang dalam lumpur.
Latimeria chalumnae
3.    Subkelas Actinopterygii
Kelompok ini memilki sirip yang ditunjang oleh duri panjang yang lentur sehingga disebut kelompok ikan bersirip duri, tanpa lubang hidung yang bermuara di dalam mulut, tulang-tulang radius di dalam bonggol sirip yang berpasangan tidak tersusun dalam dua deret. Subkelas ini mencakup sejumlah ordo, yakni :
a.    Ordo Acipenseriformes
Ordo ini memilki ciri-ciri, yakni tubuh tertutup oleh lima baris kepingan tulang, moncong memanjang, sirip ekor heterosercal. Ordo ini mencakup family Acipenseridae dengan contoh spesies Acipenser orcyhynchus


Acipenser orcyhynchus
b.   Ordo Amiformes
Ordo ini memiliki cirri sirip ekor heterocercal pendek,, tulang-tulang radius berlekatan dengan scapula-coracoid yang serupa tulang rawan. Ordo ini memiliki satu family amidae dengan contoh spesies Amia calva
Amia calva
c.    Ordo lepidosteiformes
Ordo ini memiliki cirri kulit bersisik ganoid yang berbentuk rhomboid, moncong sangat memanjang dan pada ujungnya terdapat lubang hidung, sirip ekor heterocercal pendek. Ordo mencakup satu family Lepidosteidae dengan contoh spesies Lepisosteus osseus
Lepisosteus osseus
d.   Ordo Clupeiformes
Ordo ini memilki cirri-ciri  sisik-sisik bertipe sikloid, sirip ekor homocercal, sirip penggung dan sirip dubur tanpa spina. Ordo ini mencakup 29 famili di antaranya family clupeidaea dengan contoh spesies Clupea harengus
Clupea harengus
e.    Ordo scopeliformes
Ordo ini memilki cirri, sirip dorsal dan sirip anal tanpa spina, terdapat dorsal kedua, mulut besar dan dilengkapi dengan gigi-gigi yang kecil yang jumlahnya banyak, memilki alat penerangan. Contohnya adalah Harpodon nehereus

Harpodon nehereus
f.     Ordo Cyprinoformes
Ordo ini memiliki cirri, gelembung udara berhubungan dengan esophagus dengan perantaraan suatu saluran, sirip-sirip tanpa spina atau dengan stau spina pada tiap sirip punggung, sirip dada atau sirip ekor, sirip perut terletak  di daerah abdomen. Ordo ini  mencakup subordo Cyprinoidea dengan 5 famili di antaranya family Cyprinidae dengan contoh spesies Cyprinus carpio serta subordo Siluroidea dengan 17 famili diantaranya family Clariidae dengan contoh Claris bathracus
Cyprinus carpio                                  Claris bathracus
g.    Ordo Anguiliformes
Ordo ini memiliki cirri, tubuh memanjang seperti belut, kulit tanpa sisik atau dengan sisik-sisik yang sangat kecil, sirip punggung dan sirip dubuur panjang dan sempit, biasanya bertemu di bagian belakang, sirip perut (bila ada) terletak di daerah abdomen, sirip-sirip tanpa spina. Ordo ini mencakup 10 famili, di antarnya family Anguilidae contohnya Anguilla bicolor, family Muraenidae contohnya Muraena picta
Anguilla bicolor
h.   Ordo belaniformes
Ordo ini memilki cirri, tubuh pipih memanjang, tertutup oleh sisik sikloid, sirip-sirip tanpa spina, sirip ventral di daerah abdomen, beberapa anggotanya mempunyai sirip dada yang lebar dan panjang yang dapat digunakan untuk terbang di atas permukaan air. Ordo ini mencakup 4 famili, di antaranya  Exocoetidae dengan contoh spesies Exocoetus pecilopterus
Exocoetus pecilopterus
i.      Ordo Syngnathiformes
Ordo ini memilki cirri, tubuh tertutup oleh lapisan sisik atau cincin-cincin bertulang, mulut terlatak di ujung moncong yang berbentuk buluh, jari-jari sirip pada sirip punggung dan sirip dada tidak bercabang. Ordo ini mencakuup 5 famili diantaranya Syngnathidae dengan spesies Hippocamppus kuda
Hippocamppus kuda
j.     Ordo Ophiocephaliformes
Ordo ini memiliki cirri tubuh tertutup oleh sisik-sisk sikloid, kepala pipih dorsoventral, tertutup oleh sisik-sisik yang lebar, sirip tanpa spina, insang mepunyai benguanan tamabahan, gelembung udara sangat pangjang sampai ke daerah caudal. Ordo ini mencakup satu family Ophiocephalidae dengan spesies Ophiocephalus striatus.
Ophiocephalus striatus.
k.   Ordo Synbranchidae
Ordo ini memilki cirri, tubuh panjang gilig seperti ular, tanpa sisik, tanpa gelembung udara, sirip dorsal, sirip ekor, sirip dubur berhubungan menjadi satu, sirip-sirip tanpa spina, celah insang tunggal di bagian ventral. Ordo ini mencakup 2 famili di antaranya family Synbranchidae dengan contoh spesies Monopterus albus
Monopterus albus
l.      Ordo Perciformes
Ordo ini memiliki cirri, sirip  biasanya dengan spina, spira punggung dua buah , sirip ventral di daerah dada, berjari-jari sirip tidak lebih dari 6 buah. Ordo ini mencakup 1.000 famili diantaranya family Anabantidae dengan contoh Anabas scandens dan family Trichiruridae dengan contoh Trichiurus muticus
Trichiurus muticus                                         Anabas scandens
m. Ordo Pleuronectiformes
Ordo ini memilki cirri, tubuh pipih, kedua mata terletak disisi dirsal, sirip-sirip umumnya tanpa spina, mencakup 4 famili Pleuronectidae dengan contoh spesies Pleuronetes americanus dan family Cynoglossidae dengan contoh spesies Cynoglosus litrus
Pleuronetes americanus                                 Cynoglosus litrus
n.   Ordo Echeneiformes
Ordo ini memiliki cirri, sirip dorsal pertama mengalami modifikasi menjadi alat pelekat, pada sirip dorsal dan sirip anal tidak terdapat spina, tanpa gelembung udara. Ordo ini mencakup family Echeneidae dengan contoh Echeneis naucrates
Echeneis naucrates
o.    Ordo Tetradontiformes
Ordo ini memilki cirri, sisik-sisik mengalami modofikasi menjadi spina-spina, tubuhnya tertutup oleh lempeng-lempeng tulang, celah insang kecil. Mencakup 6 famili diantaranya family tetradontidae dengan contoh spesies Tetradon sp dan Diadontidae dengan contoh spesies Diodon sp
Tetradon sp                                                     Diodon sp


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar