Senin, 24 Januari 2011

SISTEM SKELETON


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semua makhluk hidup dianugrahi oleh Tuhan Yang Maha Esa kemampuan untuk bertahan hidup dengan cara beradaptasi dengan lingkungan. Setiap mahluk hidup memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsang baik dari lingkungan internal maupun eksternal. Dalam tubuh manusia terdapat berbagai jenis rangka yang saling berhubungan satu sama lain . Untuk mengetahui bentuk rangka yang menyusun tubuh dan anggota tubuh kita dapat dilakukan dengan mengamati alat peraga dan tengkorak buatan. Dari sini akan dapat kita lihat perbedaan antara tulang yag satu dengan tulang lainnya. Dimana tulang atau rangka yang menyusun bagian kepala berbeda dengan rangka yang menyusun pada bagian badan serta pada bagian-bagian lainnya. Sistem rangka merupakan salah satu system didalam tubuh manusia yang sangat penting atau vital peranannya dalam kehidupan. Sebanding dengan peranannya yang sangat vital, sistem ini pulahlah yang paling gampang mengalami kerusakan jika terjadi gangguan.
Sistem rangka merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras dari tubuh yang sifatnya menyokong dan melindungi. Sistem ini melindungi eksoskeleton dan endoskeleton. Endoskeleton secara embriologis berasal dari epidermis saja, dermis saja atau keduanya. Endoskeleton umumnya dijumpai pada hewan invertebrata. Pada vertebrata lebih dikenal dengan dermal skeleton (Adnana, 2010).
Sistem rangka dibagi menjadi dua yaitu rangka sumbu (rangka aksial), dan rangka anggota (rangka apendikular). Rangka aksial meliputi tengkorak (cranium), tulang belakang (kolumna vertebralis), tulang rusuk (costae) dan tulang dada (sternum). Rangka anggota meliputi gelang bahu (gelang pectoral) dengan rangka anggota depan, dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan rangka anggota belakang (Adnanb, 2010)
Menurut Anonima (2010), tulang- tulang kerangka diklasifikasikan menurut
bentuknya dan formasinya yaitu :
1. tulang panjang atau tulang pipa , terutama dijumpai pada anggota gerak. Tulang panjang    terdiri atas bagian batang dan bagian ujung, tulang pipa bekarja sebagai alat ungkit dari    tubuh dan memungkinkannya bergerak
2. tulang pendek, contohnya pada tuang carpalia di tangan dan tarsalia di kaki. Sebagia besar           terbuat dari tulang jarak karana diperlukan sikap yang ringan dan kuat. Tulang-tulang ini       diselubungi dengan jaringan padat tipis.kerena kuatnya muka tulang pendek mampu       mendukung seperti tampak pada pergelangan tangan.
3. tulang pipih, terdiri atas dua lapisan jaringan tulang keras dengan tenganya tulang lapisan        seperti spons. Dijumpai paa tulang tengkorak, tulang punggung, iga-iga, dan scapula.
4. tulang tak beraturan adalah tuang yang tidak dapat dimasukkan dari salah-satu dari
       ke-3 kelas tadi contohnya vertebra dan tulang wajah.
5. tulang sesanoid termasuk kelompok lain. Ia berkembang di dalam otot-otot dan
       dijumpai didekt sendi.misal patella.
Rangka sumbu terdiri atas tengkorak (cranium), tulang belakang (columna vertebralis), tulang rusuk (costa) dan tulang dada (sternum). Yang rangka anggota yaitu gelang bahu (gelang pectoral) dengan rangka anggota depan dan gelang pinggul (gelang pelvic) dengan rangka anggota belakang. Costae jumlahnya 12 pasang yang melindungi thorax yang terdiri atas costa verum 7 pasang yang saling berhubungan dengan sternum. Costa puria tidak berhubungan dengan sternum, tiga pasang bagian sternanya berhubungan dengan sternum dan dua pasang yang melayang. Setiap rusuk mempunyai kepala yang disebut capitulum bersendian dengan sentrum vertebra dan tuberculum bersendian dengan diapophyses (Machmudin, 2001).
Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang yang saling bersendi membentuk suatu sistem rangka. Tulang-tulang tersebut umumnya merupakan tulang- tulang yang dapat dipisahkan, namun ada beberapa tulang yang telah tumbuh menjadi satu. Rangka tubuh manusia terdiri dari dua bagian yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka sumbu membentuk sumbu panjang tubuh, tersusun dari tulang- tulang tengkorak, tulang-tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk. Rangka anggota badan terdiri dari anggota gerak bawah dan anggota gerak atas. Tulang panjang atau tulang pipa yaitu tulang yang memiliki ukuran panjang lebih besar dari pada lebarnya/tebalnya.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  DEFINISI TULANG
Tulang adalah organ yang sangat dinamis yang secara tetap melakukan remondeling, dan mengubah bentuk untuk dapat beradaptasi pada kekuatan - kekuatan sekari-hari  yang menekannya.
B.  FUNGSI TULANG
ü  Penunjang       : tulang menyediakan suatu kerangka bagi tempat penempat
ü  Perlindungan   : tulang-tulang tengkorak dan tulang rusuk melindungi organ-organ dalam dari luka-luka.
ü  Pergerakan      : tulang memungkinkan untuk pergerakan tubuh dengan berfungsi sebagaituas dan titik penempelan otot
ü  Penyipanan mineral : Tulang berfungsi sebagai gudang kalsium dan fosfor, mineral yang penting bagi kegiatan sel diseluruh tubuh.
ü  Produksi sel darah : terjadi disumsum tulang yang berada di dalam rongga tulang tertentu.
ü  Penyimpanan energi : lipida (lemak) yang disimpan didalam sel-sel adiposa disumsum kuning bertindak sebagai gudang energi.
C.  BENTUK-BENTUK TULANG
ü  Tulang pipa
ü  Tulang pendek
ü  Tulang pipih : jaringan tulang spons dihimpit di antara dua lapisan jaringan tulang padat.
ü  Tulang tidak beraturan
Ada 2 jenis tulang yang dikelompokkan secara terpisah:
ü  Sesamoid (tulang berbentuk bulat), seperti tempurung lutut, biasanya ditemukan tertanam pada tendon tertentu.
ü  Sutural (tulang wormia), terdapat di antara kampuh (sendi) tulang karnium dari tengkorak.



D. PERKEMBANGAN TULANG
Osifikasi meliputi dua tahapan yaitu :
  1. OSIFIKASI INTRAMEMBRAN
  2. OSIFIKASI ENDOKONDRIUM

OSIFIKASI PADA TULANG
  1. Osifikasi Intramembran
Osifikasi ini terjadi pada tulang pipih berawal dari membran-membran menyerabut  menjadi jaringan tulang.
Langkah dasarnya adalah  :
Tulang spons  Sumsun tulang merah Tulang padat
2.      Osifikasi Endokondrium
Osifikasi ini terjadi pada tulang tubuh .
Langkah dasarnya adalah :
Tulang rawan hialin,rongga  (osteoblas, osteoklas, sumsum merah, saraf, pembuluh darah, dan limfa) memasuki rongga: tulang spons rongga medula
Mengikuti osifikasi  primer ujung tulang rawan,tulang padat, epifisis / lempeng epifisis.
Pembentukan Tulang Dan Perkembangannya






















Gambar : pembentukan tulang dan tahap perkembangannya
Proses pembentukan tulang telah bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Proses terbentuknya tulang terjadi dengan 2 cara yaitu melalui osifikasi intra membran dan osifikasi endokondral :
1. Osifikasi intra membran
Proses pembentukan tulang dari jaringan mesenkim menjadi jaringan tulang, contohnya pada proses pembentukan tulang pipih. Pada proses perkembangan hewan vertebrata terdapat tiga lapisan lembaga yaitu ektoderm, medoderm, dan endoderm. Mesenkim merupakan bagian dari lapisan mesoderm, yang kemudian berkembang menjadi jaringan ikat dan darah. Tulang tengkorak berasal langsung dari sel-sel mesenkim melalui proses osifikasi intramembran.
2. Osifikasi endokondral
Proses pembentukan tulang yang terjadi dimana sel-sel mesenkim.

*      SISTEM SKELETON
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu.
Pada vertebrata, skeleton tersusun oleh kartilago, tulang dan kombinasi keduanya. Skeleton mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai penyokong fisik, protektif, tempat perlekatan otot dan alat gerak pasif. Hewan vertebrata ada yang mempunyai rangka luar ( eksoskeleton) dan rangka dalam (endoskeleton). Rangka luar berupa sisik, terdapat pada Pisces dan Reptil, sedangkan rangka dalam berupa tulang terdapat pada semua vertebrata.
Fungsi dari sistem rangka adalah untuk menunjang tubuh, memberi bentuk tubuh, tempat melekatnya otot rangka, pelindung bagian tubuh yang lunak. Kerangka dapat dibagi dalam kerangka somatik dan kerangka viseral. Kerangka somatik terdiri dari tulang dermal dan tulang pengganti tulang rawan, tetapi pada kerangka viseral hanya terdapat tulang pengganti tulang rawan. Kerangka somatik dapat dibagi menjadi kerangka aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, tulang dada) dan appendikular (gelang bahu, rangka anggota depan, gelang pinggul, rangka anggota belakang) (Villee dkk, 1984).
Susunan kerangka terdiri atas berbagai macam tulang yang berjumlah kurang lebih 206 buah dan saling berhubungan. Tulang-tulang penyusun tersebut antara lain:
  1. tulang kepala yang berbentuk tengkorak (8 buah)
  2. tulang muka atau wajah (14 buah)
  3. tulang telinga dalam (6 buah)
  4. tulang lidah (1 buah)
  5. tulang yang membentuk anggota dada (125 buah)
  6. tulang yang membentuk tulang belakang dan gelang pinggul (26 buah)
  7. tulang-tulang yang membentuk anggota gerak atas atau lengan (64 buah)
  8. tulang-tulang yang membentuk anggota gerak bawah atau kaki (62 buah
Sistem Rangka (Skeleton)
Skeleton termasuk tulang, rawan, gigi dan sendi. Rangka struktur yang keras biasanya terdiri dari tulang dan rawan. Struktur ini menyokong dan melindungi tisu-tisu yang lembut. Tulang dibentuk terutamanya melalui “intramembranous ossification” yang mana tulang leper terbentuk, atau melalui “endochondra formation” seperti pembentukan tulang panjang. Tulang terdiri daripada sel-sel dalam matrik interselular dipanggil osteoid. Tulang terdiri daripada 1/3 bahan organik dan 2/3 bahan tak organik (http://vet.upm.edu.my/vpm2010/Kuliah5&6.pdf).
Skeleton sebagian besar terdiei atas tulang keras dan tulang rawan pada pernukaan aembungan-sambungan dan pada bagian tertentu. Disamping tulang rawan terdapat tulang membran dan kadang-kadang terdapat tendon yang berisi sel-sel tulang yang terkena; sebagai assmoidus. Sebagai contoh yang terkenal adalah
patelia (tulang tempurung lutut) dan tulang mata kaki (kemin) (Jasin, 1984).
         Tulang tempurung kepala cukup keras dan merupakan suatu kotak yang tersusun atas bagian tulang yang bersenyawa pada bagian sutura. Bagian fasial terdapat nostril di sebelah dorsul dan sepasang orbita, sebagai tempat biji mata dan di sebelah ventral terdapat plat dengan tepi tulang rahang atas yang mengandung gigi. Di sebelah luae orbita terdapat archus zygomaticus (Jasin, 1984).
Skeleton tersusun atas :
Eksoskeleton: Skeleton luar badan yang berasal dari ektoderm.
Endoskeleton: Skeleton dalam badan yang ditutupi oleh tisu lembut (otot).
Tulang-tulang Vertebrata membentuk rangka dalam (ENDOSKELETON) berfungsi :
ü  Memberi bentuk tubuh.
ü  Menahan dan menegakkan tubuh.
ü  Melindungi dan menegakkan tubuh.
ü  Sebagai tempat melekatnya otot rangka.
ü  Sebagai alat gerak pasif.
ü  Tempat pembentukan sel-sel darah (HEMOPOIESIS).
          Skeleton ini berasal dari mesoderm kecuali notokord atau skeleton aksial primitif yang berasal dari endoderm. Bagian-bagian utama badan: kepala; leher; badan; ekor; kaki.
Tulang rangka mempunyai dua fungsi utama:
a. menyokong badan (membenarkan pergerakan normal hanya pada kawasan
         tertentu sahaja ie. sendi, terutamanya sendi sinovium)
b. melindungi struktur-struktur dalaman badan, cth. otak dilindungi oleh tengkorak,
jantung dan paru-paru dilindungi oleh tulang rusuk.
Dan 2 fungsi lainnya :
a. menghasilkan sel darah merah dalam sum-sum tulang dan menyimpan bahan
mineral kalsium dan fosforus. Bertindak sebagai organ hemopoietik.
b. pelekatan otot untuk pergerakkan.
Sistem skeleton dibagi menjadi 3 yaitu:
A. Skeleton Aksial
Skeleton yang terletak di bahagian median badan. Tulang-tulang skeleton ini terdiri dari tengkorak (skull), tulang rusuk (rib), tulang vertebra dan tulang sternum. Tulang-tulang skeleton ini tidak berpasangan kecuali tulang rusuk (tulang-tulang tengkorak ada yang berpasangan dan ada yang tidak).
1)      Tengkorak
Tengkorak atau tulang kepala merupakan sekumpulan tulang-tulangpipih yang tersusun secara rapat sehingga tidak  dapat digerakan, kecuali hanya tulang rahang bawah. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dapat di bedakan atas dua kelompok, yaitu tulang tempurung kepala dan tulang pembentuk  wajah.






Gambar : tulang-tulang tengkorak (tempurung kepala)
a.)  Tulang tempurung kepala
Tulang tempurung kepala atau kranium merupakan bagian atas dari tengkorak yang berpran untuk melindungi otak.







Gambar : tempurung kepala
b). Tulang pembentuk wajah
Tulang pembentuk wajah terdapat pada bagian depan dari tengkorak. Sesuai dengan namanya, susunan tulang –tulang tersebut dapat memberi bentuk wajah seseorang.selain itu,tulang-tulang pembentuk wajah berperan juga untuk membentuk ronggaa mata (melindungi mata), rongga hidung. tulang pembentuk wajah meliputi tulang pipih ( zigomatik),tulang hidung (nasal),tulang rahang atas (maksila), tulang rahang bawah (mandibula),tulang air mata( lakrimal), dan tulang langit-langit (platum).






Gambar : tulang pembentuk wajah
c). Tulang punggung
Tulang punggung atau tulang belakang bukanlah berupa satu batang tulang panjang tulang punggung dibangun oleh sejumlah tulang-tulang tak beraturan yang berpisah-pisah. Tulang –tulang demikian dikenal dengan sebutan vertebra atau ruas tulang punggung. Masing-masing pusat dari ruas tulang punggung memiliki lubang yang secara bersama-sama,membentuk suatu saluran untuk melindungi jaringan saraf tulang punggung. Tulang punggung terdiri atas 26 ruas.  Ruas-ruas tulang tersebut meliputi :
ü              7 Ruas Tulang leher (servikalis)
ü  12 Ruas Tulang punggung (Torakalis)
ü  5 Ruas tulang pinggang (Lumbalis)
ü  1 Ruas tulang kemaluan (Sakrum)
ü  1. Ruas Tulang Ekor (Koksik)











Gambar : Tulang Punggung  (Vertebra)
d).  Tulang dinding rongga dada
Tulang dinding rongga dada dibangun oleh ruas tulang punggung (torakalis), tulang-tulang rusuk, dan tulang dada. Ketiga komponen tulang  tersebut membentuk srtuktur berbentuk bangunan kurungan atas sangkar. Didalam bangunan tersebut terletak dengan aman organ jantung dan paru-paru.
Tulang rusuk dibedakan atas tulang rusuk sejati (kostavera), tulang rusuk palsu ( kostapuria) dan tulang rusuk melayang (kostapluktuantes). Sebanyak tujuh pasang rusuk sejati,masing-masing ujung depannya melekat pada tulang dada. Sebaliknya, lima pasang ujung depan tulang rusuk palsu tidak melekat pada tulang dada, melainkan menempel pada tulang rusuk sejati di atasnya.sementara itu, dua pasang ujung depan tulang rusuk melayang tidak melekat pada tulang dada dan tulang rusuk lainnya.







Gambar : tulang rusuk dan tulang dada


B. Rangka Apendikular
              Rangka apendikular merupakan rangka tubuh yang berhubungan dengan berubungan dengan pergerakan. Rangka apendikular meliputi gelang bahu berserta anggota gerak atas dan gelang panggul, dengan anggota gerak bawah.
1.    Gelang bahu atau pektoralis
Gelang bahu terdapat pada bagian kiri dan kanan tubuh. Setiap gelang bahu terdiri atas tulang selangkah ( klavikula) dan tulang belikat (skapula).
Tulang selangka membentang kedepan menghubungkan ujung tulang belikat denan bagian hulu tulang dada. Pada tulang belikat terdapat cekung tempat melekatnya tulng anggota gerak atas
Tulang anggota gerak atas, terdiri atas tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna),dan tulang pengumpil (radius). Tulang hasta dan tulang pengumpil disebut juga tulang lengan bawah. Selanjutnya bagian ujung bawah dari tulang dari kedua tulang lengan bawah berhubungan denga delapan tulang pergelangan tangan ( karpal), lima tulang telapak tangan ( metakapral), da empat belas tulang jari-jari tangan (falang).
2). Gelang panggul dan anggota gerak bawah
Gelang panggul, atau pelvis, seperti halny gelang bahu, terdapat pada bagian kiri dan kanan tubuh. Setiap gelang panggul dibangun oleh tiga tulang yang terpisah (pada saat lahir ) dan dalam perkembangan selanjutnya berfusi menjadi satu. Ketiga tulang tersebut adalah tulang usus (ilium), tulang duduk (isium), dan tulang kemaluan (pubis).
Tulang-tulang gelang panggul berperan dalam menahan berat tubuh, melindungi organ-organ didalam rongga gelang panggul, dan tempat melekatnya kaki (tulang paha).
Gelang panggulperempun berbeda dengan gelang panggul laki-laki. Pada perempuan,tulang-tulang iliumnya melebar dan rongga panggul sedikit dangkal sehingga ruang yang dibentuk lebih lebar dibanding struktur gelang panggul laki-laki.
Pada gelang panggul terdapat lekukan yang disebut asetabulum, yaitu tempat melekatnya tulang paha atau tulang anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak bawah terdiri atas tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tulang betis (fibula). Tulang paha berhubungan dengan tulang kering pada daerah lutut. Tulang kering dan tulang betis berhubungan dengan tujuh pergelangan kaki (tarsal), lima tulang telapak kaki (metatarsal), dan empat belas tulang jari-jari kaki (falang).
*      Tulang
Tulang merupakan komponen pembentuk rangka tubuh. Pada umunya rangka tubuh manusia disusun oleh 206 tulang.
a.    Jenis Tulang
Pada dasarnya tulang dibedakan atas tulang rawan dan tulang sejati (tulang keras).Secara fisik, tulang rawan berbeda dengan tulang sejati. Tulang rawan lebih transparan dan bersifat lentur, sedangkan tulang sejati tampak berwarna gelap dan bersifat kaku.
1.    Tulang rawan
Tulang rawan atau kartilago tidaklah sekuat struktur tulang, tetapi mereka dikenal bersifat lentur. Tulang rawan menjadi lentur karena matriksnya mengandung serabut-serabut kolegen dan elastik. Kartilago tidak memiliki sel-sel saraf dan pembuluh darah.
Kartilago disusun oleh sel-sel tulang rawan atau kondrosit. Setiap kondrosit dibentuk oleh kondroplas, yaitu semacam sel induk dan kondrosit. Kondrosit terdapat di dalam rongga-rongga matriks yang biasa disebut lakuna.
Ada tiga tipe kartilago. Kartilago hialin, merupakan tipe kartilago yang bersifat keras dan sedikit fleksibel. Kartilago hialin memiliki matriks yang banyak mengandung serabut kolagen sehingga mereka tampak seperti kaca. Kartilago hialin ditentukan pada ujung tulang panjang, puncak hidung, ujung tulang-tulang rusuk, laring, dan trakea.
Kartilago fibrosa, merupakan tipe kartilago yang bersifat lebih kuat dibandingkan kartilago hialin. Matriks dari kartilago fibrosa terdiri atas beberapa deretan tebal serabut kolagen. Kartilgo fibrosa dikenal tahan terhadap tekanan dan ketegangan. Mereka antara lain ditemukan di antara tulang-tulang vertebrata dan daerah lutut.
Kartilago elastk, merupakan kartilago yang paling fleksibel dibandingkan kartilago hialin, karena matriksnya paling banyak mengandung serabut elastik. Elastik antara lain ditemukan pada daun telinga dan epiglotis.
Tulang sejati dapat menjadi lebih kuat karena adanya garam-garam mineral (terutama berupa kalsium pospat) dan serabut-serabut protein didalam matriks tulang. Berdasarkan strukturnya tulang sejati (tulang keras, selanjutnya akan disebut tulang saja) dapat dibedakan atas tulang kompak dan tulang spons.


a)      Tulang Kompak
     Tulang kompak merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun rapat dan padat, misalnya pada tulang panjang. Secara histologis, tulang kompak telah terorganisasi dengan rapi. Pada penampang melintang sebuah tulang panjang, sel-sel tulang yang disebut osteosit terdapat didalam lakuna. Lakuna merupaka rongga kecil yang tersusun tersusun di dalam lingkaran-lingkaran kosentris mengelilingi sebuah kanal pusat (kanal Havers). Ruang-ruang antar lakuna biasa berisi matriks. Di dalam matriks terdapat beberapa kanal kecil yang berperan sebagai penghubung satu lakuna dengan lakuna lainnya dan dengan kanal Havers. Kanal-kanal kecil itu disebut kanaikuli : malalui kanalikuli itulah sel-sel tulan memperoleh oksigen dan bahan makanan serta membuang limbah.
b)      Tulang spons
Tulang spons merupakan tipe tulang dengan matriks yang tersusun longgar atau berongga-rongga seperti struktur sarang lebah.Susunan matriks demikian disebut trabekula. Meskipun lebih ringan dibanding tulang kompak dari strukturnya berongga, tulang spons masih termasuk kuat untuk menahan suatu tekanan.
Tulang spons tidak terorganisasi seperti tulang kompak. Letk osteosit tidak teratur di dalam trabekula. Ruang-ruang kosong dalam tulang spons sering kali berisi tulang merah. Kanalikuli berperan menyalurkan nutrisi dari sumsum tulang merah.










Gambar tulang kompak dan tulang spons

*      Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan atas tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, tulang sesamoid, dan tulang tidak beraturan.
1.      Tulang pipa
Tulang pipa atau tulang panjang merupakan tulang yang berbentuk seperti pipa yang kedua ujung membulat berbentuk bonggol. Kedua ujung tulang pipa yang membulat disebut epifise. Sebagian epifise disusun oleh tulang spons yang mengandung sumsum tulang merah. Pada epifise biasa terdapat lapisan tipis kartilago halian tempat terjadinya persndian.
Bagian tengah atau bagian yang memanjang disebut diafise. Pada diafise terdapat rongga besar yang berisi sumsum tulang kuning. Dinding rongga tesebut disusun oleh tulang kompak dan dilapisi oleh suatu membran tipis yang disebut endosteum.
Di antara epifise dan diafise terdapat metafise. Pada metafise terdapat suatu bagianyang disebut cakra epifise. Cakra epifise merupakan bagian tulang pipa yang dapat tumbuh memanjang.
Sumsum tulang pipa dibedakan atas sumsum tulng merah dan sumsum tulang kuning. Sumsum tulang merah berperan aktif dalam pembentukan sel-sel darah merah, seldrah putih, dan keping darah. Sumsum tulang kuning tidakn aktif dalam pembentukan sel-sel darah. Mereka kebanyakan hanya berperan sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan (pembentukan lemak). Sumsum tulang kuning dapat berperan membentuk sel-sel darah jika seseorang mendrita penyakit anemia hebat, misalnya karena penyakit malaria, cacing tambang, atau pendarahan yang hebat.
Sumsum tulang dapat rusak karena pengaruh obt-obat sulfa yang berlebihan dan pengaruh racun yang dikeluarkan oleh cacing tambang. Seorang anak yang masih bayi, seluruh bagian tulangnya berisi sumsum merah. Pada orang dewasa, Sumsum  merah hanya terdapat pada bagian tulang yang berongga, sedangkan bagian lainnya berisi sumsum kuning.
Pada permukaan luar tulang pipa terdapat semacam selaput yang disebut periosteum. Perosteum berperan untuk melindungi tulang dan tempat melekatnya tendon dan ligamen. Periosteum menutupi semua permukaan luar tulang, kecuali pada daerah persendian. Periosteum mengandung banyakpembuluh darah, pembuluh limfa, dan saraf. Oleh karena itu, kerusakan pada perioteum akibat patah tulang dapat menyebabkan rasa sakit nyeri. Contoh tulang pipa antara lain adalah tulang paha, tulang lengan atas, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang betis, dan tulang kering.
2.      Tulang pipih
Tulang pipih merupakan tulang yang berbentuk seperti lempengan. Tulang pipih berperan untuk melindungi organ-organ dibawahnya dan tempat melekatnya otot. Contoh tulang pipih antara lain tulang tengorak, tulang rusuk, tulang dada,dan tulang belikat.
a.       Tulang Tengkorak 
            Tengkorak merupakan salah satu endoskelet yang terdapat di daerah kepala.tengkorak, tersusun oleh bagian-bagian tulang yang bermacam-macam menjadi satu kesatuan yang kompleks. Pada kranium terdapat neurokranium, splanchnokranium, dan dermokranium. Neurokranium adalah bagian kranium yang merupakan kotak tempat otak disimpan. Splanchnokranium adalah skelet atau tulang yang mengelilingi mulut, pharink, dan insang. Dermatokranium adalah tulang-tulang dermal yang melindungi neurokranium dan juga komponen yang berperan dalm pelekatan gigi.







Gambar : tulang-tulang tengkorak (tempurung kepala)
b.        Tulang Rusuk






Keterangan Gambar :
  1. Kepala.                                    5. Facet for vertebral body.
  2. Leher.                                      6. For costal cartilage.
  3. Tuberkullum.                           7. Coastal groove.
  4. Facet for transverse process.
Tulang iga biasa disebut tulang rusuk atau costae yang berjumlah 12 pasang. Costae kiri dan kanan bagian depan berhubungan dengan tulang dada melalui perantaraan tulang rawan. Bagian belakang berhbungan dengan ruas-ruas vertebrae thoracalis yang memungkinkan tulang rusuk dapat bergerak kembang kempis menurut irama pernafasan. Tulang rusuk dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
  1. tulang rusuk sejati (costae vera) banyaknya 7 pasang, berhubungan langsung dengan tulang dada melaliu perantaraan persendian
  2. tulang rusuk tak sejati (costae spuria) banyknya 3 pasang, berhubungan dengan tulang dada melalui perantaraan tulang rawan dari tulang rusuk sejati ke 7.
  3. tulang rusuk melayang banyaknya 2 pasang, tidak berhubungan dengan tulang dada
c.       Tulang dada








Keterangan Gambar :
1. manubrum
2. badan sternum
3. prosessus sifoldeus
Tulang dada merupakan tonggak dinding depan dari thorax (rongga dada). Tulang dada atau sternum merupakan tempat melekatnya tulang rusuk (costae) bagian depan. Sternum atau tulang dada berbentuk gepeng dan sedikit melebar. Tulang dada terdiri atas tiga bagian yaitu:
1)      manubrum yang merupakan bagian tulang dada sebelah atas yang membentuk persendian dengan tulang selangka (klavikula) dan tulang iga.
2)      badan sternum merupakan bagian terbesar dari tulang dada yang membentuk persendian dengan tulang rusuk. Badan sternum membentuk rongga dada yang merypakan ruang jantung dan paru-paru
3)      prosessus sifoideus merupaka bagian ujung dari tulang dada yang merupakan tulang rawan saat masih bayi (Junguira, 1980).
3. Tulang Pendek
            Tulang pendek merupakan tulang yang strukturnya berukuran pendek dan berbentuk bulat atau kubus. Tulang pendek berperan dalam meredam pengaruh gencangan yang keras dan terdapat pada persendian yang kompleks. Contoh tulang pendek adalah tulang telapak tangan dan telapak kaki.
4. Tulang Sesamoid
 Tulang sesamoid merupakan tulang kecil berbentuk biji. Tulang sesamoid terdapat dadalam tendon yang menghubungkan  tulang-tulang ke otot. Contoh tulang sesamoid adalah tulang palela.
5.      Tulang tidak beraturan
Tulang tidak beraturan merupakan tulang-tulang dengan bentuk tidak menentu. Contoh tulang ini adalah tulang vertebrata, tulang rahang, tulang wajah, tulang panggul.
*      Pembentukan Tulang Dan Pertumbuhan Tulang
Tulang merupakan jaringan hidup. Mereka dapat tumbuh dan memperbarui diri sendiri serta aktif membentuk sel-sel darah. Selain itu, tulang juga mampu memperbaiki diri jika patah dan dapat melakukan remodeling atau melakukan perubahan bentuk.
Tulang tidak saja mengandung sel-sel tulang (osteosit) dan pembuat sel tulang (osteoblas), tetapi juga mengandung sel perombak tulang (osteoklas). Selama pertumbuhan tulang selalu terjadi proses pembentukan dan perombakan tulang. Akibat kedua proses tersebut memungkunkan bentuk tulang dapat di ubah sehingga mampu bertahan terhadap tekanan yang berubah-ubah.



D.  PERSENDIAN / ARTIKULASI
Persenidian adalh hubungan antar tulang atau lebih .pada umumnya, beberapa bentuk persendian pada rangka tubuh dapat dibedakan atas tiga kelompok :
1. Sinartrosis
Sinartrosis merupakan  bentuk persendian yang tidak memungkinkan tidak terjadinya gerak.
Sinartrosis dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :
      Sinatrosis Sinfibrosis
      Sinatrosis Sinkondrosis
2. Amfiartrosis
Amfiartrosis merupakan bentuk persendian yang masih memungkinkan terjadinya gerak.
3. Diartrosis
Diartrosis merupakan bentuk persendian yang memungkinkan terjadinya gerak secra bebas / leluasa.
GAMBAR PERSENDIAN















Persendian diartrosis dapat dibedakan atas :
1.    Sendi engsel  (memungkinkan gerakan ke satu arah) mis: lutut, siku, dll.







2. Sendi putar (memungkinkan terjadinya gerakan berputar) mis : tulang lengan.







3. Sendi pelana (memungkinkan gerakan kiri-kanan, atas-bawah) mis : pada ibu jari










4. Sendi peluru (memungkinkan gerakan ke segalah arah) mis: tulang panggul
                                                       







5. Sendi luncur (memungkinkan gerakan rotasi pada satu bidang datar saja) mis : pergelangan     kaki.
 









Kelainan Dan Gangguan Pada Sistem Rangka
a. Gangguan pada tulang
            Sebagian besar gangguan tul;ang adalah berupa retak atau patah tulang (Fraktura)
1)   Fraktura sederhana
            Merupakan patah tulang  yang tidak meyebabkan rusaknya jaringan sekelilingnya (otot atau kulit)
2)  Fraktura kompleks/majemuk
            Merupakan patah tulang yang mampu merobek otot atau kulit
3)  Fraktura sebagian
            Merupakan patah tulang yang tidak terlalu serius, hanya berupa retak tulang.
4)  Fruktura berganda
            Merupakan patah tulang pada beberapa tempat yang terjadi padfa satu tulang.
b. Gangguan pada persendian
Berikut ini ada beberapa gangguan pada persendian diantaranya adalah :
1)      Dislokasi
            Merupakan gangguan bergesernya sendi  dari kedudukan semula
2)      Keseleo
            merupakan gangguan persendian akibat gerakan mendadak yang tuidak biasa di lakukan.
3)      Ankilosis
            merupakan gangghuan yang menyebabkan tulang tidak bisa di gerakkan lagi.
c. Gangguan pada susunan ruas-ruas tulang belakang
1)      Lordosis
            Merupakan gangguan yang mengakibatkan ruas-ruas tulang belakang terlalu bengkok ke arah depan
2)      Kifosis
            Meruapakan gangguan yang mengakibatkan ruas-ruas tulang belakang terlalu bengkok ke arah belakang
3)      Skoliosis
            Gangguan yang mengakibatkan  ruas tulang belakang terlalu bengkok ke arah samping  kanan  atau ke kiri.
4)      Subluksasi
5)      Gangguan yang mengakibatkan  ruas-ruas tulang belakang di daerah leher mengalami perubahan, sehingga kepala tertarik ke kiri atau ke arah kana















                                                           
Subluksasi                                                                  Skoliosis, Kifosis, Lordosis
d. Gangguan fisiologis
Yang termasuk gangguan secara  fisiologis antara lain :
1)      Rakitis
            Merupakan penyakit tulang  yang di karenakan kekurangan vitamin D (pemerolehan zat kapur).
2)      Mikrosepalus
            Merupakan gangguan pertumbuhan tulang-tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada saat bayi.
3)      Osteoporosis
            Merupakan gangguan tulang yang menyebabkan karena kekurangan hormon pada laki-laki dan perempuan.
4)      Penyakit tulang
            merupakan penyakit yang menyebabkan TBC tulang, tumor dan tuklang-tulang mudah rapuh dan patah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar