Senin, 24 Januari 2011

KELAS AMPHIBI (ZOVER)


“KELAS AMPHIBI”
A. PENGERTIAN AMPHIBI
Amphibi merupakan hewan dengan kelembaban kulit yang tinggi, tidak tertutupi oleh rambut dan mampu hidup di air maupun di darat. Amphibia berasal dari bahasa Yunani yaitu Amphi yang berarti dua dan Bios yang berarti hidup. Karena itu amphibi diartikan sebagai hewan yang mempunyai dua bentuk kehidupan yaitu di darat dan di air. Pada umumnya, amphibia mempunyai siklus hidup awal di perairan dan siklus hidup kedua adalah di daratan. ( Zug, 1993). Saat dewasa hewan amphibi masih memerlukan tempat yang terdapat air atau lembab untuk hidup.  Amphibi selalu hidup berasosiasi dengan air, tetapi hewan ini menghuni habitat yang cukup beragam mulai dari yang hidup di bawah permukaan air sampai yang hidup di puncak pepohonan. Kebanyakkan hewan ini hidup di kawasan berhutan, karena  memerlukan kelembaban untuk melindungi tubuhnya dari kekeringan. Semua amphibi adalah karnivora,makanannya terutama terdiri dari arthopoda, cacing dan larva serangga untuk jenis kecil, untuk yang lebih besar dapat memakan binatang yang lebih kecil seperti ikan kecil, udang, katak kecil, bahkan kadal kecil ataupun ular kecil.  Amfibi tidak memiliki alat fisik untuk mempertahankan diri seperti taring dan cakar, sebagian besar untuk jenis katak mengandalkan kaki belakangnya untuk melompat dan menghindari bahaya, alat pertahanan lain yang cukup efektif adalah kulitnya yang  beracun.

B. CIRI-CIRI UMUM
1. Morfologi
1. Ciri – Ciri Amphibi
Menurut Mintohari, dkk (2005), bahwa amphibia mempunyai ciri khusus yang tidak terdapat pada kelas lain yaitu sebagai berikut :
v  Kulitnya yang selalu basah dan berkelenjar.
v  Memiliki dua pasang kaki untuk berjalan atau berenang dengan 4 – 5 jari atau lebih sedikit dan bersirip.
v  Amphibia mempunyai 2 lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Pada lubang hidung tertentu terdapat klep yang mencegah masuknya air pada saat hewan tersebut berada di dalam air.
v  Mata amphibia berkelopak dan kelopak tersebut dapat digerakkan.
v  Lembar gendang pendengaran terletak di sebelah luar.
v  Mulut amphibi bergigi dan berlidah (lidahnya dapat dijulurkan pada saat menangkap mangsa).
v  Rangka tubuh amphibi sebagian besar tersusun atas tulang keras, tengkoraknya memiliki due kondil. Apabila, amphibi bertulang rusuk maka tulang rusuk tersebut tidak menempel pada tulang dada.
v  Jantung amphibi terbagi atas tiga ruang (2 atrium dan 1 ventrikel) dan memiliki satu pasang atau tiga pasang lengkung aorta, sel darah merahnya berbentuk oval dan berinti. Selain dengan paru – paru, amphibi dewasa bernafas dengan kulit dan selaput rongga mulut.
v  Otak amphibi memiliki 10 pasang saraf kranialis.
v  Suhu tubuh amphibi tergantung dari lingkungannya (poikilothermis).
v  Amphibi melakukan fertilisasi eksternal atau internal, kebanyakan anggotanya bertelur (ovipar). Telur mempunyai kuning telur dan terbungkus zat gelatin.
v  Mengalami metamorfosis sempurna dalam siklus hidupnya.

Amphibia merupakan tetrapoda atau vertebrate darat yang paling rendah. Amphibia tidak diragukan lagi berasal dari satu nenek moyang dengan ikan, mungkin hal itu terjadi pada zaman devon. Transisi dari air ke darat tampak pada :
* Modifikasi tubuh untuk dapat berjalan di darat, di samping masih memiliki kemampuan
  berenang dalam air.
* Tumbuhnya kaki sebagai pengganti beberapa pasang sirip.
* Merubah kulit hingga memungkinkan menghadapi suasana udara.
* Penggantian insang oleh paru – paru.
* Merubah sistem sirkulasi untuk keperluan respirasi dengan paru – paru dan kulit.
* Alat sensorisnya memiliki fungsi di udara maupun di air.
Pembahasan secara rinci pada materi ajar ini di ambil salah satu contoh hewan amphibi yaitu katak (Rana pipiens atau Rana tigrina) sebagai wakil yang refresentatif dari amphibia.

C. FISIOLOGI
1. Struktur Dan Fungsi
Pada kepala terdapat :rims oris yang lebar untuk masuknya makanan, nares externs mempunyai peranan dalam pernafasan, sepasang arganon visus (mata) yang bulat. Di belakang mata terdapat membrane tympani untuk menerima getaran suara. Pada akhir tubuh terdapat anus yang berfungsi sebagai pintu pelepas faeces, urine dan sel kelamin.
Extremitas muka yang berupa kaki atau tangan berukuran pendek, terdiri atas : brachium (lengan atas) yang berupa humerus, antibracium (lengan bawah) yang berupa radioulna, carpus (pergelangan tangan), menus (telapak tangan) yang terdiri atas metacarpus dan phalangus (jari – jari); pada telapak tangan terdapat palm, di bawah jari pada hewan jantan terdapat penebalan terutama pada musim kawin.
Extremitas belakang yang berupa kaki belakang terdiri atas femur (paha), crus (bagian kaki bawah) yang terdiri atas tibia dan fibula, tarsus (pergelangan kaki), pes (telapak kaki) yang terdiri atas meta tarsus dan phalangus (jari – jari).
Katak adalah bilateral simetris. Alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris, dibatasi oleh maxillae (rahang atas) atap pada sebelah atas, sedang di sebelah bawah di batasi oleh mandibula (rahang bawah) dan oshyoid. Kemudian dilanjutkan oleh pharynx, oesophagus, ventricullus dan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. Lingula (lidah) yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut. Pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil, dilapisi oleh lendir, dapat dijulurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa. Lingula disokong oleh oshyoid (yang berupa tulang rawan) yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas. Pada maxillae sebelah luar terdapat denta maxillaris (gigi maxillaris), sedang pada atap cavum oris terdapt denta vomerin terdapat dua lubang nares interns yang berhubungan dengan narens externs. Glottis terletak pada medium ventral pharynx sebelah belakang lingula, merupakan pintu menuju ke pulmo (paru – paru). Di belakang mata di dekat sudut mulut terdapat ostium pharyngeum dari tuba auditiva eustachii yang menghubungkan cavum oris dengan ruang telinga dalam.
a. Sistem Transportasi
Jantung katak terdiri dari tiga ruang yaitu : atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel (2 atrium, 1 ventrikel). Atrium kanan menerima darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh, sedangkan atrium kiri menerima darah dari paru – paru. Darah dari kedua atrium bersama – sama masuk ventrikel. Walaupun tampaknya terjadi percampuran antara darah yang miskin oksigen dengan darah yang kaya oksigen namun percampiurn diminimalisasi oleh adanya sekat – sekat yang terdapat pada ventrikel. Dari ventrikel, darah masuk ke pembuluh darah yang bercabang tiiga. Arteri anterior mengalirkan darah ke kepala dan ke otak. Cabang tengah (lung aorta) mengalirkan darah ke jaringan internal dan organ dalam badan, sedangkan arteri posterior dilewati oleh darah yang menuju kulit dan paru – paru.
Darah vena dari seluruh tubuh mengalir masuk ke sinus venosus dan kemudian mengalir menuju ke atrium kanan. Dari atrium kanan, darah mengalir ke ventrikel yag kemudian di pompa keluar melalui arteri pulmonalis → paru – paru → vena pulmonalis → atrium kanan. Lintasan peredaran darah ini disebut peredaran darah paru – paru. Selain peredaran darah paru – paru, pada katak → sinus venosus → atrium kanan.
b. Sistem Pernafasan Pada Katak
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru – paru. Kecuali pada fase berudu bernafas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernafasan karena tipis dan banyak kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, lubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernafas dengan selaput rongga mulut, katak bernafas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karea kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernafasan mudah berifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbondioksida dari jaringan akan dibawa ke jantung, dari jantung di pompa ke kulit dan paru – paru lewat arteri kulit paru – paru (arteri pulmokutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbondioksida dapat terjadi di kulit. Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan oto geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru – paru lewat celah – celah. Dalam paru – paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru – apru dan sebaliknya karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot – otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru – paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbondioksida keluar.
c. Sistem Pencernaan Atau Digestoria
Gambar:pencernaan katak
Sistem pencernaan makanan pada amfibi, hampir sama dengan ikan, meliputi saluran
pencernaan dan kelenjar pencernaan. salah satu binatang amphibi adalah katak. Makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Secara berturut-turut saluran pencernaan pada katak meliputi:
1.    Rongga mulut: terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah
   untuk menangkap mangsa,
2. Esofagus; berupa saluran pendek,
3. Ventrikulus (lambung), berbentuk kantung yang bila terisi makanan
   menjadi lebar. Lambung katak dapat dibedakan menjadi 2, yaitu tempat masuknya
   esofagus dan lubang keluar menuju usus,
4. Intestinum (usus): dapat dibedakan atas usus halus dan usus tebal. Usus halus
   meliputi: duodenum. jejenum, dan ileum, tetapi belum jelas batas-batasnya.
5. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloata, dan
6. Kloaka: merupakan muara bersama antara saluran pencernaan makanan, saluran
   reproduksi, dan urine.
Kelenjar pencernaan pada amfibi, terdiri atas hati dan pankreas. Hati berwarna merah
kecoklatan, terdiri atas lobus kanan yang terbagi lagi menjadi dua lobulus. Hati berfungsi
mengeluarkan empedu yang disimpan dalam kantung empedu yang berwarna kehijauan.
pankreas berwarna Kekuningan, melekat diantara lambung dan usus dua belas jari (duadenum). Pancreas berfungsi menghasilkan enzim dan hormon yang bermuara pada duodenum.
Alat pencernaan makanan diawali oleh cavum oris dan diakhiri oleh anus. Pada beberapa bagian dari tractus digestoria mempunyai struktur dan ukuruan yang berbeda. Mangsa yang berupa hewan kecil yang ditangkap untuk dimakan akan dibasahi oleh air liur. Katak tidak begitu banyak mempunyai kelenjar ludah. Dari cavum oris makanan akan melalui pharynx, oesophagues yang menghasilkan sekresi alkalis (basis) dan mendorong makanan masuk dalam fentriculus yang berfungsi sebagai gudang percernaan. Bagain muka frentriculus yang besar disebut cardiarc, sedag bagian posterior mengecil dan berakhir dengan pyloris. Kontraksi dinding otot ventriculus meremas makanan jadi hancur dan dicampur dengan sekresi ventriculus yang mengandung enzim atau verment, yang merupakan katalisator. Tiap – tiap enzim merubah sekelompok zat makanan manjadi ikatan – ikatan yang lebih sederhana. Enzim yanbg dihasilkan oleh ventriculus dan intestinum terdiri atas : pepsin, tripsin, erepsin untuk protein, lipase untuk lemak. Disamping itu ventriculus menghasilkan asam klorida untuk mengasam kan bahan makanan. Gerakan yang menyebabkan bahan makanan berjalan dalam saluran disebut gerak peristalis. Beberapa penyerapan zat makanan terjadi di ventriculus tetapi terutama terjadi di intestinum. Makanan masuk ke dalam intertinum dari ventriculus melalui klep pyloris.
Kelenjar pencernaan yang besar adalah hepardan pancreaticum yang memberikan sekresinya pada intestinum kecuali itu intestinum menghasilkan sekresi sendiri. Hepar yang besar terdiri atas beberapa lobus dan bilus atau zat empedu yang dihasilkan akan ditampung sementara dalam fesica felea, yang kemudian akan dituangkan dalam intestinum melalui ductus cystcus dahulu kemudian melalui duktus cholydocus yang merupakan saluran gabungan dengan saluran yang dari pankreas. Fungsi bilus untuk mengilmusikan zat lemat. Bahan makanan yang merupakan sisa di dalam intestinum mjor menjadi faeces dan selanjutnya dikeluarjkan melalui anus.
d. Sistem Ekskresi
Ginjal amphibi sama denga ginjal ikan air tawar yaitu berfungsi untuk mengeluarkan air yang berlebvih. Karea kulit katak permeable terhadap air, maka pada saat ia berada di air, banyak iar masuk ke tubuh katak secara osmosis. Pada saat ia berada di darat harus melakukan konservasi air dan tidak membuangnya. Katak menyesuaikan dirinya terhadap kandungan air sesuai dengan lingkungannya dengan cara mengatur laju filtrasi yang dilakukan oleh glomerulus, sistem portal renal berfungsi untuk membuang bahan – bahan yang diserap kembali oleh tubuh selama masa aliran darah melalui glomerulus dibatasi. Katak juga menggunkan kantung kemih untuk konserfadsi air. Apabila sedang berada dia air, kantung kemih terisi urin ynag encer. Pada saat berada di daarat air diserap kembali ke dalam darah menggantikan air yang hilang melalui evaporasi kulit. Hormon yang mengendalikan adalah hormon yang sama dengan ADH.
e. Sistem Endokrin
Katak memiliki beberapa kelenjar endokrin yang menghasilkan sekresi intern yang disebut hormon. Fungsinya mengatur atau mengontrol tugas – tugas tubuh, merangsang, baik yang bersifat mengaktifakan atau mengerem pertumbuhan, mengaktifakan bermacam – macam jaringan dan berpengaruh terhadap tingkah laku mahluk.
Pada dasar otak terdapat glandulae pituitaria atcuglandulaehypophysa bagian anterior kelenjar ini pada larva menghasilkan hormon pertumbuhan. Hormon ini mengontrol pertumbuhan tubuh terutama panajang tulang, dn kecuali itu mempengaruhi glandulae thyroidea. Bila seekor berudu diambil dan bagian anterior glndulae hypophysannya, berudu tersebut tak akan tumbuh menjadi katak tapi bila potongan itu ditransplatasikan kemabali, maka pertumbuhan akan terjadi sebagai mana mestinya. Pemberian hormon yang dihasilkan oleh bagian anterior hypophysa ini baik secara oral atau suntikan menyebabkan pertumbuhan raksasa.
Pada katak dewasa bagian anterior glandulae pitutaria ini menghasilkan homon yang merangsang gonad untuk menghasilkan sel kelamin. Jika kita mengadakan implantasi, kelenjar ini dengan suskses pada seekor katak dewasa yang tak dalam keadaan berkembang biak, maka mulai saat itu terjadi perubahan. Implantasi pada hewan betina mengakibatkan hewan itu menghasilkan ovum yang telah masak. Implantasi pada hewan jantan mengakibatkan hewan itu mengahasilkan sperma. Bagian tengah pituitaria akan menghasilkan hormon intermidine yang mempunyai peranan dalam pengaturan kromotofora dalam kulit. Bagian posterior pituitaria menghasilkan suatu hormon yang mengatur pengambilan air. Glandulae phyroidea yang terdapat di belakang tulang rawan hyoid menghasilkan hormon thryoid yang mengatur metabolisme secara umum. Kelnjar ini menjadi besar pada berudu sebelum metamorfose menjadi katak. Jika kelenjar itu diambil maka berudu tidak akan menjadi katak. Kelenjar pankreas menghasilkan hormon nsulin yang mengatur metabolisme (memacu pengubahan glukosa menjadi glikogen. Pada permukaan luar ginjal terdapat glandula suprarenalis atau glandula adrenalis yang kerjanya berlawanan dengan insulin (mengubah glikogen menjadi glukosa).

f. Sistem Reproduksi
Organ reproduksi pada katak berbeda antara katak jantan dan katak betina. Pada katak jantan terdapat sepasang testis (bentuknya oval, warnanya keputih – putihan) terletak disebelah atas ginjal. Testis diikat oleh alat penggantungnya yang disebut mesdrchiutn. Dari testis terdapat saluran yang disebut fasadefferensia yang bermuara di kloaka. Bagian ureter yang dekat kloaka mengalami pembesaran yang disebut vesicusa seminalis yang berfungsi untuk penampungan sementara spermatozoa. Organ reproduksi betina terdiri atas sepasang ovarium yang terdapat pada bagian belakang rongga tubuh diikat oleh penggantungnya yang disebut mesovarium. Pada saat “musim kawin” pada ovarium terpadat ovum yang masak dan menuju saluran yang disebut oviduk. Bagian posterior oviduk membesar membentuk uterus. Selanjutnya telur dikeluarkan melalui kloaka keluar dari tubuh. Pada katak terjadi fertilisasi eksternal (pembuahan di luar tubuh). Pada “musim kawin” terjadi isyarat kawin oleh katak jantan dan katak betina. Perkawinan dilakukan dengan cara katak jantan menempel di atas punggung katak betina, lalu keduanya menyemprotkan sel – sel gametnya ke luar tubuh.

g. Sistem Syaraf
Sistem syaraf katak terdiri atas syaraf pusat dan syaraf tepi. Syaraf pusat terususun atas otak dan tali spinal,sedangkan saraf tepi tersusun atas saraf kranial, saraf spinal. Otak dan tali spinal dibungkus oleh 2 membran yang tebal yaitu durameter yang berbatasan dengan tulang dan pipiamater yang batasan dengan jaringan saraf. Apabila dipanadang dari sebelah dorsal, pada otak akan teradapat :

    * 2 Lobus olfactorius yang bertanggung jawab untuk organisasi rang sang yang berupa ban.
    * 2 Erfhaemisphariumcerebri yang berfungsi menyiompan ingatan, intelegensia dan
       mengontrol kebebasan.
    * Diencephalonmedialis yang berhubungan dengan mata dan keseimbangan.
    * 2 bulatan lobus opticus untuk koordinasi pengelihatan.
    * Otak kecil untuk koordiansi pergerakan.
    * Medula obongata untuk koordinasi sebagian besar aktifitas tubuh.
Apabila medula oblongata diambil maka katak segera mati. Saraf spinal berpusat di otak dan terdapat sepuluh pasang yang akan mengontrol aktifitas alat – alat sensori, otot daging dan lain – lain.
h. Organ – Organ Sensorik
Organ sensorik berfungsi sebagai receptor atau penerima rangsang dari sekitar. Organ sensorik berhubungan dengan saraf sensorik dan menuju otak. Organ fisus menerima rangsang sinar (untuk pengelihatan). Kulit menerima rangsang berupa sentuhan.

i. Sistem Limfatik
Sistem lifmatik berhubungan dengan pengembalian plasma yang hilang dari sistem sirkulasi menuju darah kempali. Sistem ini juga bertangggung jawanb untuk produksi cairan limfa yang mengandung sel darh putih dan sedikit sel darah merah. Pada beberapa tempat, sistem ini berhubungan dengan vena tubuh. Pada katak terdapat kantung limfa tikus antara kulit dan tubuh. Kantung limfa tikus tersebut meliputi kantung limfa tikus submaksilaris, pektoralia, abdominalis, lateralis, brankialis, vemorolaris, intervemorlaris dan kranialis.

j. Sistem Otot
Tubuh katak dan juga (vertebrate lainnya) tersusun atas 3 macam otot. Otot polos yang kerjanya diluar kemauan kita. Otot lurik yang kerjanya dalam kesadaran kita dan otot jantung yang secara morfologi seperti otot lurik, namun bekerja diluar kendali kita.
Otot lurik disebut juga otot skelet terbagi atas :
* Otot daging lebar dan pipih, misalnya adalah oblicus externus dan trans versus yang
  membentuk dinding perut.
* Otot daging gilig misalnya otot bisep (pada lengan).
* Otot daging sfingter dengan carat melintang, misalnya sfingter pada anus atau kloaka.
Otot lurik mengikat atau melekat pada tulang dan pada saat kontraksi atau relaksasi akan menggerakkan tulang tersebut. Koordinasi kontraksi otot dilaksanakan oleh sistem saraf.

k. Sistem Kerangka
Sistem kerangka pada katak dibangun oleh kerangka dalam (endoskeleton) yang tersusun atas tulang – tulang. Terdapat 2 skeleton yang menusun sistem kerangka yaitu skeleton aksial dan skeleton apendikular. Skeleton aksial tersusun atas tempurung kepala, vertebrae (ruas – ruas belakang dan tulang dada). Skeleton apendikular tersusun ekstremitas anterior dan extrimitas posterior.
Tempurung kepala terususn atas beberapa tulang yaitu ccranium, bebrapa kapsul sensoris (kapsul hidung, kapsul pendengar, kapsul besar untuk mata, dan tulang – tualng rahang).
Pada katak terdapat 9 ruas tulang belakang. Pada katak terdapat 1 tulang dada. Ekstrenitas anterior (lengan) dan ekstrenitas posterior (tungfkai) tersusun atas tulang – tulang yang hampir sama.
l. Anggota Kelas Amphibi
Sampai saat ini hanya tersisa 3 oro katak yaoitu :
    * Katak dan bangkong (ordo anora).
    * Salamander dan kadal air (newt, ordo urodela)
    * Sesilia (ordo apoda yang merupakan amphibia seperti cacing tanpa kaki).
Amfibi merupakan hewan peralihan antara hewan air dan darat. Sebagian daur hidupnya ada di air, sebagian lagi ada di darat. Tubuhnya diselubungi kulit yang berlendir. Contoh amfibi adalah katak.
Saat masih berupa larva, amfibi hidup di dalam air dan bernafas dengan insang. Setelah dewasa, amfibi hidup di darat dan bernafas dengan paru – paru. Selain itu, amfibi dewasa dapat pula melakukan pertukaran gas melalui kulitnya yang tipis dan berlendir. Amfibi bergerak dengan empat kaki.
1. Perkembangbiakan
Katak termasuk hewan ovipar (bertelur). Telur dari katak betina dan sperma dari katak jantan dikeluarkan di dalam air. Pembuahan terjadi di dalam air (di luar tubuh). Telur menetas menjadi berudu yang hidup di air dan bernafas dengan insang luar. Setelah berumur 4 minggu, insang luar lenyap dan tumbuh insang dalam. Pada usia 10 minggu terbentuk tungkai belakang. Tiga bulan kemudian terbentuk tungkai depan dan paru – paru mulai berkembang, dan ekornya memendek. Pada umur 4 bulan katak telah menjadi dewasa dan hidup di darat.
2. Klasifikasi
Kelas amfibi dibedakan menjadi 3 ordo, yaitu :
    * Ordo Urodela, ada yang bernafas dengan insang hingga dewasa. Contohnya salamander.
    * Ordo Anura, misalnya katak hijau (Rana pipiens) dan kodok darat (Bufoterrstris).
    * Ordo Apoda, tidak berkaki, tubuhnya bulat memanjang menyerupai cacing. Misal
      Ichthyosis glutinous.

D. HABITAT DAN PENYEBARAN
Amphibi muncul pada pertengahan periode Jura, pra era Paleozoik sebagai vertebrata yang tertua. Kebanyakan Amfibi adalah hewan tropis, karena sifatnya yang poikiloterm atau berdarah dingin. Amphibi memerlukan sinar matahari untuk mendapatkan panas ke tubuhnya, karena tidak bisa memproduksi panas sendiri. Oleh karena itu banyak amphibi yang ditemukan di wilatah tropis dan sub tropis, termasuk di seluruh indonesia.
Amphibi umumnya merupakan makhluk semi akuatik, yang hidup di darat pada daerah yang terdapat air tawar yang tenang dan dangkal. Tetapi ada juga amphibi yang hidup di pohon sejak lahir sampai mati, dan ada juga yang hidup di air sepanjang hidupnya. Amphibi banyak ditemukan di areal sawah, daerah sekitar sungai, rawa, kolam, bahkan di lingkungan perumahan pun bisa ditemukan.

E. KLASIFIKASI AMFIBI
1. Ordo Anura
Ciri – ciri morfologi katak :
    * Terdapat 2 pasang kaki.
    * Sepasang kaki bagian depan terdapat 4 jari.
    * Sepasang kaki bagian belakang terdapat 5 jari.
    * Mempunyai sepasang mata yang menonjol kelluar.
    * Mulut moncong ke depan.
    * Tubuhnya belang – belang.
    * Kaki terdapat seperti paha.
    * Jari kaki sebelah kanan pendek dan sebelah kiri lebih panjang.
    * Kulitnya halus dan lunak.
    * Panjang ± 15 cm.
Ciri – ciri anatomi katak :
    * Terdapat hati.
    * Terdapat lambung.
    * Terdapat usus halus.
    * Terdapat empedu.
    * Terdapat pankreas.
    * Terdapat usus besar.
    * Terdapat kloaka.
    * Terdapat anus.
    * Terdapat paru – paru.
    * Terdpat jantung.
    * Terdapat ginjal.
    * Terdapat kenjar anak ginjal.
    * Terdapat testis.
    * Terdapat limfa.
    * Terdapat kandung kemih.
Stematika katak:
Phyllum : Chordata
Sub fillum :Vetebrata
Class : Amphibia
Ordo : Anura
Familia : _
Genus : _
Spesies : Rana sp
Sifat-sifat dan karekteristik :
1. Kulit rana licin karena mempunyai banyak kelenjar, tidak mempunyai sisik
2. Mempunyai sepasang kaki yang digunakan untuk berjalan dan berenang
3. Mempunyai dua lubang hidung, berhubungan dengan rongga mulut, membran tympani di luar, lidah tidak dijulurkan
4. Stadium larva mempunyai kehidupan aquatis dan mengalami metamorfosis.
 Pada Caput dan Truncus
Pada caput (kepala) terdapat:
1. Organon visus
Organon visus (alat penglihatan) berfungsi sebagai indera penglihat. Mata mempunyai kelopak yang dapat digerakkan. Mata pada amphibi juga mempunyai selaput yang berfungsi untuk melindungi mata pada saat berada atau berenang di dalam air, membran tersebut disebut membrane miktans.
2. Rima oris
Pada cavum oris (rongga mulut) terdapat lingua (lidah) dan gigi. Lingua pada katak dapat dijulurkan karena berfungsi sebagai alat untuk menangkap mangsa. Juga pada mulut terdapat gigi yang berfungsi untuk membunuh mangsanya.
3. Rostrum
Rostrum (moncong) pada ikan berfungsi untuk mempermudah katak berenang di dalam air.
4. Pada truncus
Pada truncus terdapat alat-alat gerak (extremitas liberae). Extremitas liberae terbagai menjadi dua, yaitu: extremitas anterior dan extrememitas posterior. Pada extremitas anterior terdapat tangan yang berfungsi untuk bergerak dan berenang. Pada extremitas posterior terdapat kaki yang dilengkapi dengan selaput renang yang berfungsi untuk berenang di dalam air. Selain itu extremitas posterior juga berfungsi sebagai alat gerak yaitu untuk melompat.
Kaki depan pendek/lengan terdiriatas lengan atas (branchium), antebranchium, manus, digiti 4 buah, serta mengecil. Digiti menebal (katak jantan), spesial pada musim kawin tiap extremitas posterior mempunyai femur, crus, pes dan manus serta 5 digiti yang berselaput renang (membrane renang).
 Topography
a. Cor
Cor pada amphibi berwarna merah dalam kantong jaringan atau pericardium yang berisi dengan zat cair lymphe. Jantung berfungsi sebagai alat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
b. Pulmo
Pulmo pada amphibi jumlahnya dua, elastis, berdinding tipis. Pulmo berfungsi sebagai alat pernapasan, yaitu sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon dioksida.
c. Hepar
Hepar pada amphibi berwarna coklat, terdiri dari lobus dexter dan lobus sinester. Hati berfungsi untuk menawarkan racun yang masuk ke dalam tubuh bersama makanan. Ia juga berfungsi sebagai tempat perombakan sel darah merah yang telah tua.
d. Ventriculus
Berwarna putih, panjang, sebelah sisi kiri
e. Intestinum tenue
bentuk bulat dan berkelok-kelok
f. Intestinum crassum
Bentuk lebih besar dari pada intestinum tenue dan hitam.
g. Lien
Merah bulat. Pada kedua sisi linea middosal di atas peritonium
h. Ren yang panjang merah tua.
i. Vessica urinaria yang merupakan kantong berdinding tipis dimidiventral pada ujung posterior
  coelom.
j. Gonade. Betina mempunyai 2 ovarium besar, berisi banyak telur-telur kecil hitam sperik. Pada
  jantan ada 2 testis berbentuk kacang kecil putih.Berhubungan dengan alat-alat kelamin yaitu
  corpus adiposum bercabang kekuning-kuningan di atas kedua testis.
k. Rectum dan ductus dari ren dan alat-alat kelamin memasuki cloaca yang membuka.
Sistem digestoria
a. Tractus digestivus
1) Makanan diambil dengan mulut (cavum oris) dengan lingua. Katak tidak mempunyai glandula
   salivarium. Makanan berjalan melalui pharinx menuju oesophagus.
2) Makanan memasuki ventriculus yang merupakan alat untuk persediaan dan pencernaan.
   Membesar di bagian anterior atau ujung cardium dan memipih pada ujung posterior atau
   ujung pylorus.
Dinding ventriculus yang tebal terdiri atas 4 lapisan:
• Mocusa atau batas dalam dengan banyak kelenjar
• Submocusa berupa jala-jala dari jaringan pengikat yang terdiri atas darah dan saluran circulair
  dan longitudinal dan serabut otot halus dan saraf
• Masculus dengan bundel-bundel circulait dan longitudinal dari serabut-serabut otot halus.
• Serosa atau penutup luar yang berupa peritoneum
3) Kontraksi otot dari dinding ventriculus memeras makanan menjadi paertikel-partikel yang
   lebih kecil dan mencampurkan getah makanan.
4) Intestinum merupakan saluran berbentuk silinder panjang, berlingkar-lingkar, sebagai tempat
   Pencernaan
Sistem respiratoria
Pernapasan pada amphibi mengunakan insang pada saat berudu. Tetapi setelah dewasa insang menghilang dan bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit.
Adapun jalan pernapasan pada amphibi adalah sebagai berikut :
1. Mula-mula udara masuk melaui lubang hidung kemudian masuk ke dalam rongga hidung.
2. Kemudian masuk ke nares posterior kemudian masuk ke cavum oris (rongga mulut).
3. Kemudian ke larynx terus ke bronchus dan selanjutnya ke pulmo. Di dalam pulmo terjadi
   pertukaran udara antara oksigen dan karbondioksida.
Sistem cardiovasculare
Jantung pada amphibi terdiri atas dua serambi dan satu bilik. Darahnya tidak berwarna dengan eritrosit berbentuk oval dan berinti. Amphibi termasuk hewan berdarah dingin.

Ordo anura atau katak mudah dikenali dari tubuhnya yang seperti sedang berjongkok, leher tidak jelas. Tubuh katak tersususn dari tiga bagian (1) kepala (2) badan (3) anggota gerak,kepalanya pipih lebar begitu juga dengan mulutnya memiliki lidah yang panjang dan lengket yang berfungsi untuk menangkap mangsa , pangkal lidah terdapat di depan dan ujung lidah di belakang mulut.  Giginya terdapat pada langit-langit mulut yang disebut gigi vormer, matanya yang besar menonjol di sisi kepala, terdapat du kelopak yaitu atas dan bawah tetapi sulit digerakkan, sebagai gantinya katak memiliki selaput bening tipis yang disebut selaput niktitans , pada ujung depan atas mulut erdapat lubang hidung yang dapat menutup saat menyelam di air.   Di bagian sisi belakang mata terdapat selaput gendang telinga yang disebut membran tympani.  Badan katak juga lebar  memiliki dua pasang anggota gerak (kaki) ,  bagian depan lebih kecil dan pendek dari kaki  bagian belakang.  Jari kaki depan ada empat sedangkan jari kaki belakang ada lima, untuk memudahkan berenang pada bagian diantara jari-jarinya terdapat slaput renang. Kulit katak selalu di basahi oleh kelenjar kulit yang menghasilkan lendir.  
Ordo Anura dibagi menjadi 27 famili, yaitu: Ascaphidae, Leiopelmatidae, Bombinatoridae, Discoglossidae, Pipidae, Rhinophrynidae,Megophryidae, Pelodytidae, Pelobatidae, Allophrynidae, Bufonidae, Branchycephalidae,Centrolenidae, Heleophrynidae, Hylidae, Leptodactylidae, Myobatrachidae, Pseudidae, Rhinodermatidae, Sooglossidae, Arthroleptidae, Dendrobatidae, Hemisotidae, Hyperoliidae, Microhylidae, Ranidae, Rachoporidae,( Pough et. al.,1998).  Ada 5 Famili yang terdapat di indonesia yaitu Bufonidae, Megophryidae, Ranidae, Microhylidae dan Rachoporidae.
1.    Ascaphidae





Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Amfibi
Order               : Anura
Suborder         : Archaeobatrachia
Family             : Ascaphidae
Genus              : Ascaphus
Species            : Ascaphus montanus

 

 
 







Morfologi Umum
Keberadaan embel terlihat "ekor" membuat keluarga ini berbeda dari semua katak katak lain. Jadi klasifikasinya luas sulit. Hal ini biasanya diklasifikasikan ke dalam Archaeobatrachia subordo katak kuno, meskipun beberapa mengatakan bahwa ia harus menjadi kakak untuk semua katak lain. The "ekor" hanya ditemukan pada laki-laki, dan sebenarnya bagian dari kloaka, digunakan untuk memasukkan sperma ke betina saat kawin. Fitur anatomi meningkatkan sukses berkembangbiak dengan meminimalkan hilangnya sperma dalam bergolak, cepat-mengalir sungai dihuni oleh spesies ini. Dengan demikian, katak ekor pameran pembuahan internal , bukan fertilisasi eksternal ditemukan di kodok lain.
Katak ini adalah primitif dalam memiliki lebih banyak tulang daripada kodok lain, dalam kekurangan kemampuan untuk vocalise , dan memiliki tulang rusuk bebas. Mereka adalah kecil 2,5 cm (0.98 in) untuk 5 cm (2,0 in) dan ditemukan dalam tajam-mengalir sungai di Montana, Idaho, Washington, Oregon, dan California utara di barat laut Amerika Serikat dan tenggara British Columbia .
Katak-katak tailed memiliki karakteristik tertentu dengan katak primitif Selandia Baru , Leiopelmatidae , dengan yang mereka mungkin taksa adik filogenetik. Prasejarah Vieraella milik keluarga katak ekor.
Distribusi Ascaphidae (hitam)
Katak-katak tailed adalah dua spesies katak . Spesies adalah bagian dari genus, Ascaphus adalah takson hanya dalam keluarga Ascaphidae. "Ekor" dalam nama sebenarnya merupakan perluasan dari laki-laki kloaka . Ekor adalah salah satu dari dua mengadaptasi ciri khas anatomi spesies hidup di sungai berarus deras. Ini adalah katak Amerika Utara hanya itu mereproduksi oleh pembuahan internal .
2.    Leiopelmatidae






 

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Subordo: Archaeobatrachia
Family: Leiopelmatidae
Genus: Leiopelma
Species : Leiopelmatidae 

 

 







Di Selandia Baru dan Amerika Utara katak primitif, adalah keluarga yang termasuk ke dalam subordo Archaeobatrachia . Bentuk yang relatif primitif mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki garis keturunan kuno. Katak Amerika Utara dari Ascaphus Genus sekarang bersatu dengan katak Selandia Baru dari genus Leiopelma dalam keluarga Leiopelmatidae. Hanya empat Leiopelma dan dua spesies yang masih ada Ascaphus diketahui milik keluarga. Leiopelma hanya ditemukan di Selandia Baru . Ascaphus hanya ditemukan di Amerika Utara.
Mendefinisikan karakteristik mereka ekstra mereka vertebra (sehingga total sampai sembilan) dan sisa ekor otot (ekor itu sendiri tidak ada pada orang dewasa, meskipun hadir dalam katak muda, yang membutuhkan permukaan kulit ekstra sampai paru-paru mereka sepenuhnya dikembangkan). Keluarga Ascaphidae (hanya ditemukan di Amerika Utara ), dari subordo yang sama, membagi "unik" karakteristik, dan karenanya kedua sering digambarkan sebagai terkait, atau bahkan bagian dari keluarga yang sama.
Pemulihan melompat Akhir adalah unik di Leiopelmatidae. Mereka melompat dan mendarat di sebuah reposisi "perut flop" mode kaki mereka untuk tinggal landas untuk lompatan berikutnya hanya setelah memukul tanah dengan permukaan ventral batang tubuh. Setelah mendarat, meluncur Ascaphus berhenti sebelum sembuh. Munculnya melompat pemulihan awal taksa lebih maju adalah inovasi kunci dalam evolusi anuran.
Mereka adalah katak yang luar biasa kecil, hanya 5 cm (2.0 in) panjangnya. Sebagian besar spesies bertelur di dalam tanah lembab, biasanya di bawah batu atau vegetasi. Setelah menetas dari kecebong sarang di belakang laki-laki, semua tanpa perlu berdiri atau air mengalir. Namun, katak Hochstetter bertelur di kolam dangkal dan memiliki hidup kecebong bebas, meskipun mereka tidak berenang jauh dari tempat penetasan, atau bahkan pakan, sebelum metamorphosing menjadi katak dewasa. Hidupnya mungkin lama (lebih dari 30 tahun) untuk organisme kecil seperti.
3.    Bombinatoridae
Bombinatoridae  sering disebut sebagai -bellied kodok Api karena ventral berwarna cerah sisi mereka, yang menunjukkan bahwa mereka sangat beracun bagi manusia. Ini keluarga termasuk dua genera, Barbourula dan Bombina , yang keduanya memiliki rata tubuh.
Bombina yang berkutil, kodok air sekitar 7 cm (2.8 in) panjang, dan paling terkenal untuk perut cerah. Mereka sering menampilkan unken refleks ketika terganggu, hewan akan melengkungkan punggung dan anggota badan untuk mengekspos perut cerah, dan mungkin turn over di punggungnya. Ini bertindak sebagai peringatan bagi predator. Perilaku vokal dari beberapa Bombina tidak biasa di sebut dihasilkan selama inhalasi daripada pernafasan seperti di katak lain. Mereka bertelur berpigmen di kolam.
Barbourula terjadi di Kepulauan Filipina dan Borneo, sedangkan Bombina spesies ditemukan di seluruh Eurasia . Mereka sedikit kurang berwarna dari Bombina, dan memiliki jari berselaput di samping jari kaki berselaput. Berudu dari Barbourula adalah (tidak diketahui jelas)
Barbourula dianggap terletak menengah antara Discoglossus dan Bombina, tetapi dekat dengan kedua, dan oleh karena itu juga ditambahkan ke Bombinatoridae ketika keluarga yang terpisah dari Discoglossidae .
Fosil Bombina dikenal dari Pliosen ke Pleistosen , tidak ada fosil diketahui Barbourula.





4.    Discoglissidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Amfibi
Order               : Discoglissidae
Subordo          : Archaeobatrachia
Family             : Leiopelmatidae
Genus              : Leiopelma
Species            : Leiopelmatidae 

 
Discoglossidae  adalah keluarga katak primitif, dengan nama umum katak berlidah. Mereka berasal dari Eropa Barat dan Utara- Afrika .
Keluarga terdapat dua genus, Alytes dan Discoglossus . Yang pertama kodok yang agak susah dan sering bisa ditemukan di darat. Yang terakhir lebih halus dan lebih memilih air. Semua jenis tersebut mempunyai kolam-tinggal berudu .
5.    Pipidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Amfibi
Subclass          : Lissamphibia
Superorder      : Batrachia
Order               : Anura
Suborder         : Mesobatrachia
Family             : Pipidae
 
   
Para Pipidae  adalah keluarga dari primitif, tongueless katak . Tiga puluh spesies dalam keluarga Pipidae ditemukan di daerah tropis Amerika Selatan (genus Pipa) dan sub-Sahara Afrika (empat marga lainnya).
Katak ini secara eksklusif memiliki modifikasi morfologi banyak habitatnya cocok di perairan. Misalnya, kaki benar-benar berselaput, tubuh diratakan, dan garis rusuk sistem hadir. Selain itu, Pipidae memiliki telinga yang sangat dimodifikasi untuk memproduksi dan menerima suara bawah air. Mereka tidak memiliki lidah atau pita suara, bukannya memiliki batang kurus dalam laring yang membantu menghasilkan suara. Lebar tubuh Mereka berkisar 4-19 sentimeter (1,6-7,5 dalam) panjangnya tubuh.
Pipidae merupakan para fosil yang relatif baik dan yang telah dikenal dua belas speises punah. Enam dari ini ditempatkan dalam genus Xenopus masih ada, sisanya dalam genera punah. Fosil ini diketahui berasal dari Afrika, Amerika Selatan , dan Timur Tengah kembali ke Lower Cretaceous .
6.    Linophrynidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom    : Animalia
Phylum                 : Chordata
Class         :Actinopterygii Cachama
Order        : Lophiiformes
Family      : Linophrynidae

 
  

Leftvents  kecil, laut lophiiform ikan yang terdiri dari keluarga Linophrynidae. Dua puluh tujuh spesies di lima genera terwakili, didistribusikan di seluruh tropis ke perairan subtropis dari semua lautan.
Nama genus Linophryne telah diterjemahkan dari bahasa Yunani berarti " katak bahwa ikan dengan bersih ", sebuah kiasan untuk 'mengesankan menggunakan ikan dari mimikri dalam memikat mangsa. Salah satu dari beberapa keluarga anglerfishes , yang Linophrynidae tidak baik dipelajari, dan hanya satu spesies yang diberi nama umum : yang netdevil , Borophryne Apogon. Untuk alasan ini, nama "netdevil" kadang-kadang dapat merujuk pada linophrynid apapun.
7.    Megophryidae
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Class                : Amfibi
Subclass          : Lissamphibia
Superorder      : Batrachia
Order               : Anura
Suborder         : Mesobatrachia
Family             : Megophryidae
 
Megophryidae  adalah besar keluarga dari kodok asli sebelah tenggara hangat dari Asia , dari Himalaya kaki bukit ke arah timur, selatan ke Indonesia dan Greater Sunda Islands di Maritim Asia Tenggara , dan memperluas ke Filipina . Pada pertengahan tahun 2008 itu meliputi sekitar 70-100 spesies katak dibagi antara 12 genera. Karena kurangnya nama vernakular, mereka biasanya disebut megophryids.

Para megophryids yang terkenal karena mereka kamuflase , terutama yang tinggal di hutan , yang sering terlihat seperti daun-daun kering. kamuflase akurat ke titik dari beberapa lipatan kulit yang memiliki pembuluh darah yang terlihat seperti daun, dan paling tidak satu spesies, berhidung Kisut Long Frog (Megophrys montana) telah proyeksi panjang hidung, yang menyamarkan bentuk katak.
Megophryids berbagai ukuran dari 2 cm (0,79 in) menjadi 12,5 cm (4.9 in) panjangnya. Dewasa 'Lidah secara mencolok berbentuk dayung. Mereka berudu dapat ditemukan di berbagai perairan, tetapi terutama kolam dan sungai . Para kecebong sangat beragam dalam bentuk karena berbagai habitat mereka huni.
8.    Pelodytidae
klasifikasi ilmiah
kingdom          : Animalia
family              :Chordata
Kelas               : Amphibia
Ordo                : Anura (katak)

 
Pelodytidae  adalah keluarga katak dari tiga spesies. Keluarga tidak memiliki nama Belanda tapi nama bahasa Inggris dapat diterjemahkan sebagai peterseli kodok. Nama ini mengacu pada bintik hijau banyak salinan gambar dan tidak bau, seperti katak bawang putih . Lama waktu milik keluarga, yang terdiri dari satu genus dan tiga spesies dari keluarga kodok (Bufonidae), dan kemudian bawang putih kodok (Pelobatidae).
Spesies ini terdapat di Eropa , terutama di sekitar Mediterania . Alleen P. Hanya P. Caucasicus datang dari utara hingga Rusia dan Turki . Mereka terlikat seperti malam hari, namun dalam beberapa waktu siang hari juga terlihat.
9.    Pelobatidae
Kerajaan          : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Amfibi
Subordo          : Mesobatrachia
Family             : Pelobatidae
Species            :Pelobatescultripes

 
Para kodok spadefoot Eropa adalah keluarga katak, yang Pelobatidae,  dengan hanya satu Pelobates genus masih ada, yang berisi empat jenis. Mereka asli Eropa , dengan Mediterania , barat laut Afrika dan barat Asia .
Para kodok spadefoot Eropa untuk katak kecil berukuran besar, sampai dengan 10 cm (3,9 in) panjangnya, yang sering menarik perhatian berwarna. Mereka berwarna fossorial dan menggali pasir sebagai tempat untuk bersembunyi. Mereka memiliki tonjolan mengeras di kaki mereka untuk membantu dalam menggali, yang merupakan sumber nama umum. Mereka akan muncul dari tanah selama periode hujan dan berkembang biak di kolam, yang biasanya sementara.
Semua spesies dari keluarga ini memiliki hidup bebas, air berudu . Telur diletakkan di kolam sementara yang cepat dapat menguap, panggung sehingga kecebong ini luar biasa singkat, dengan perkembangan yang cepat ke bentuk dewasa dalam waktu dua minggu. Untuk lebih mempercepat pertumbuhan mereka, beberapa kecebong adalah kanibal , makan anak-anak mereka-rekan untuk meningkatkan pasokan protein.
10.    Bufonidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Class                : Amfibi
Order               : Anura
Family             : Bufonidae

 
Kodok ini pentebarannya luas dan terjadi secara native di setiap benua kecuali Australia dan Antartika , mendiami berbagai lingkungan, dari daerah kering ke hutan hujan. Kebanyakan bertelur dalam string pasangan yang menetas menjadi berudu , walaupun, dalam genus Nectophrynoides telur menetas langsung ke kodok miniatur.
Kodok sejati ompong dan umumnya berkutil dalam penampilan. Mereka memiliki sepasang kelenjar parotoid di bagian belakang kepala mereka. Kelenjar ini mengandung racun alkaloid yang kodok mengekskresikan saat stres. Racun dalam kelenjar berisi sejumlah toksin menyebabkan efek yang berbeda. Bufotoxin adalah istilah umum. Hewan yang berbeda mengandung zat berbeda nyata dan proporsi zat. Beberapa, seperti katak tebu Bufo Marinus, lebih beracun daripada yang lain. Beberapa " kodok psikoaktif , "seperti Sungai Colorado Toad Bufo alvaris, telah digunakan recreationally untuk efek dari bufotoxin .
Kodok jantan memiliki 's organ Penawar . Di bawah kondisi yang tepat, organ menjadi ovarium aktif, dan katak pada dasarnya menjadi perempuan.
11. Brachycephalidae


Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Family: Brachycephalidae
Genus: Brachycephalus

 
 


Para kodok Saddleback adalah keluarga Brachycephalidae di urutan Anura . Keluarga terdiri dari hanya satu genus, Brachycephalus, yang terdiri dari sembilan spesies.  Katak ini adalah asli tenggara Brasil .
Para kodok Saddleback katak kecil sangat, sebagian besar sekitar 1 sentimeter (0,39 dalam) panjangnya, dan termasuk katak terkecil di belahan bumi selatan, Izecksohn's Toad (Brachycephalus didactylus). Mereka hanya memiliki tiga jari pada setiap kaki, dan dua jari di tangan masing-masing. Hal ini berbeda dengan lima jari kaki biasa dan empat jari-jari kodok yang paling.
Para kodok Saddleback aktif pada siang hari, dan hidup dalam serasah daun di lantai hutan. Telur yang mengalami perkembangan langsung, menetas menjadi katak miniatur, tanpa kecebong tahap. Telur diletakkan di tanah, dan tercakup dalam tanah untuk melindungi dari panas dan predator. Mereka amplexus metode tidak biasa, dalam hal itu dimulai dengan amplexus inguinal, dengan laki-laki memegang perempuan di sekitar pinggang, dan kemudian bergeser ke amplexus aksiler, di mana genggaman jantan diatas betina lengan. Kebanyakan spesies katak hanya menggunakan satu teknik.


12. Centrolenidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Subordo: Neobatrachia
Family: Centrolenidae
Subfamilies : : Hyalinobatrachinae

 
Katak Glass (atau Glassfrogs) adalah / populer nama umum untuk katak dari amfibi keluarga Centrolenidae ( order Anura ). Sementara warna latar belakang umum katak kaca yang paling terutama hijau limau , kulit perut dari beberapa anggota keluarga ini adalah transparan . Internal jeroan , termasuk jantung , hati , dan saluran pencernaan yang terlihat melalui tembus kulit, maka nama umum.
Keluarga Centrolenidae adalah clade dari anurans . Sebelumnya, keluarga Centrolenidae dianggap berkaitan erat dengan keluarga Hylidae , namun, baru-baru ini filogenetik penelitian [5] telah meletakkan Centrolenidae (dan sister takson , keluarga Allophrynidae , dekat dengan keluarga Leptodactylidae .
Monophyly dari Centrolenidae didukung oleh dan perilaku karakter morfologi yang meliputi: (1) adanya proses melebar di sisi medial ketiga metakarpal (sebuah rupanya unik synapomorphy ), (2) asal ventral musculus teres fleksor digiti III relatif terhadap yang musculus transversi metacarpi I; (3) terminal falang T-berbentuk; (4) exotroph , lotic , burrower / fossorial kecebong dengan berbentuk ulat tubuh dan mata C-berbentuk punggung, yang tinggal dikubur di dalam bungkus daun dalam diam atau sistem air mengalir; (5) telur cengkeraman disimpan di luar air pada vegetasi atau batu di atas masih atau sistem air mengalir. Beberapa molekul synapomorphies juga mendukung monophyly dari clade
Klasifikasi taksonomi Centrolenidae baru-baru ini diubah. Keluarga Centrolenidae sekarang berisi dua subfamilies dan dua belas genera (Guayasamin et al, 2009.).


13. Sooglossidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Family: Sooglossidae
Katak Seychelles (Sooglossidae) adalah keluarga dari katak hanya ditemukan di Kepulauan Seychelles . Hingga saat ini keluarga ini diyakini termasuk genera Nesomantis dan Sooglossus , tetapi menyusul revisi utama amfibi pada tahun 2006, yang Nesomantis  genus bernama sinonim junior Sooglossus, sebaliknya, yang baru-ditemukan Purple Frog yang awalnya ditugaskan untuk yang berbeda monotypic keluarga (Nasikabatrachidae)  sekarang termasuk dalam Sooglossidae.

Semua spesies terestrial katak relatif kecil, sekitar 4 sentimeter panjang, bersembunyi di bawah daun-daun jatuh atau di celah-celah batu. Mereka tidak biasa untuk Neobatrachials , dalam arti bahwa mereka melakukan amplexus inguinal, sebuah versi primitif amplexus . Mereka bertelur di tanah lembab, bukan di air. Satu spesies kekurangan berudu , dengan telur menetas langsung ke katak miniatur, sementara yang lain membawa kecebong di punggung mereka sampai mereka metamorfosa .

Tidak ada catatan fosil untuk keluarga. Nenek moyang yang dua genera ini menyimpang ketika Kepulauan Seychelles memisahkan diri dari India sekitar 100 juta yang lalu.
14. Heleophrynidae
Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Class: Amfibi
Subclass: Lissamphibia
Superorder: Salientia
Ordr :Anura
Subordo: Neobatrachia
Famill :Heleophrynidae
15. Hylidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Family: Hylidae
Hylidae adalah luas keluarga dari katak yang biasa disebut sebagai " katak pohon dan sekutu mereka ". Namun, hylids termasuk keragaman spesies katak, banyak yang tidak hidup di pepohonan, tetapi terestrial atau semi-akuatik.

Karakteristik
Kebanyakan hylids menunjukkan adaptasi yang cocok untuk gaya hidup arboreal, termasuk menghadap ke depan mata memberikan visi berkenaan dgn teropong , dan bantalan perekat pada jari tangan dan kaki. Dalam spesies non-arboreal, fitur ini dapat sangat dikurangi, atau tidak ada. Para Cyclorana spesies menggali katak, yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka bawah tanah.

Hylids kebanyakan memakan serangga dan invertebrata lainnya, tetapi beberapa spesies yang lebih besar dapat memakan vertebrata kecil.

Hylids bertelur di berbagai lokasi yang berbeda, tergantung pada spesies. Banyak menggunakan kolam, atau genangan air yang mengumpulkan dalam lubang pohon mereka, sementara yang lain menggunakan bromeliad atau penahan air tanaman. Spesies lain bertelur pada daun menjorok vegetasi air, yang memungkinkan kecebong untuk jatuh ke kolam saat mereka menetas.

Beberapa spesies menggunakan cepat mengalir sungai, melampirkan telur tegas dengan substrat. Berudu spesies ini telah pengisap memungkinkan mereka untuk memegang batu setelah mereka menetas. Adaptasi lain yang tidak biasa ditemukan di beberapa hylids Amerika Selatan, yang mengerami telur di belakang wanita. Berudu spesies hylid kebanyakan ditempatkan lateral mata, dan luas ekor dengan filamen, ujung sempit.
Tipe spesies
Katak treecat Eropa, Hyla arborea , umumnya baerada di tengah dan selatan Eropa, dan jangkauan ke Asia dan Afrika Utara . Spesies menjadi sangat bising pada pendekatan hujan dan kadang-kadang mengurung diri dalam kurungan sebagai semacam barometer .

Di Amerika Utara, ada banyak spesies dari keluarga Hylidae, termasuk versicolor Hyla (katak pohon abu-abu) dan cinerea Hyla (katak pohon hijau Amerika). Para pengintip musim semi (pseudopodia crucifer) juga tersebar luas di bagian timur Amerika Serikat dan umumnya terdengar di malam musim semi dan musim panas.

"Katak Pohon" adalah nama populer untuk beberapa. Versicolor Hyla Hylidae adalah katak pohon berubah, lichenatus Trachycephalus adalah katak pohon lichened, dan marmoratus Trachycephalus katak pohon marmer. Namun, nama "treefrog" tidak unik untuk keluarga ini, juga digunakan untuk banyak jenis Rhacophoridae .
Hyla versicolor , Amerika Utara
Litoria wilcoxi, Stoney Creek Frog
Hyla japonica, Jepang Tree Frog
Phyllomedusa sauvagii, waxy Monyet Daun Frog
16. leptodactylidae
Eleutherodactylus guttilatus
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Subclass: Lissamphibia
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Superfamily: Hyloidea
Family: Leptodactylidae
Subfamilies
    * Ceratophryinae
    * Cycloramphinae
    * Eleutherodactylinae
Leptodactylidae  adalah beragam keluarga dari kodok yang mungkin menyimpang dari yang lain hyloids selama Kenozoikum era, atau mungkin pada akhir Mesozoikum .  Ada sekitar 50 genera , salah satunya adalah Eleutherodactylus , yang terbesar vertebrata genus, dengan lebih dari 700 spesies. Secara total, ada sekitar 1.100 spesies leptodactylid, yang sebagian besar tersebar luas di seluruh Tengah dan Amerika Selatan . Keluarga sering dianggap paraphyletic dan tidak memiliki morfologi synapomorphies . Keluarga meliputi darat, menggali, air, dan anggota arboreal, mendiami berbagai habitat yang berbeda.
Beberapa genera dalam Leptodactylidae bertelur di sarang busa. Ini dapat di celah-celah, di permukaan air, atau di lantai hutan. Sarang busa ini adalah beberapa yang paling bervariasi antar katak. Ketika telur menetas dalam sarang di lantai hutan, kecebong tetap di dalam sarang, tanpa makan, sampai metamorfosis. Dalam genus Eleutherodactylus , telur mengalami pengembangan langsung dan menetas langsung ke katak miniatur, tanpa hidup berudu tahap-bebas.

Leptodactylids diwakili dengan baik dalam catatan fosil, dan satu spesimen dari genus Eleutherodactylus sepenuhnya terpelihara dalam damar 37 juta tahun yang lalu.
17. Myobatrachidae 
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Family: Myobatrachidae
Myobatrachidae  adalah keluarga katak, dari order Anura . Anggota keluarga ini sangat bervariasi dalam ukuran, dari spesies kurang dari 1,5 cm (0,59 in) panjang, untuk katak terbesar kedua di Australia, Giant Barred Katak (Mixophyes iteratus), pada 12 cm (4.7 in) panjangnya. Seluruh keluarga adalah darat maupun di perairan katak baik, dengan tidak ada spesies arboreal, dan ditemukan di Australia dan New Guinea .

Karakteristik
Keluarga Myobatrachidae berisi bentuk pengasuhan yang unik dalam kerajaan hewan. Kedua spesies -katak mengerami lambung (genus: Rheobatrachus), ditemukan dalam keluarga ini. Betina spesies ini akan menelan mudanya, di mana mereka berkembang sampai metamorfosis . Kantong perut katak ini (Assa darlingtoni) telah kantong di sisi tubuhnya. Jantan akan menjaga telur sampai menetas, dan membantu kecebong ke sisi, di mana mereka tinggal sampai metamorfosis. [1] Bentuk lain dari perawatan orangtua, meskipun tidak unik, ditemukan dalam banyak spesies dari genus, Limnodynastes , dimana laki-laki akan mengubur sendiri di dekat massa telur, dan melindungi telur.

Sementara banyak spesies yang disesuaikan dengan menggali, membantu mereka bertahan dalam-kering atau musiman lingkungan semi gersang, yang Frog Turtle dan Sandhill Frog sejauh untuk bertelur mereka langsung ke pasir beberapa meter di bawah permukaan lembab, bukan ke dalam air. Spesies ini tidak berudu , dengan telur menetas langsung ke kodok miniatur.

Katak ini tidak cakram perekat kaki ditemukan di katak pohon . Keluarga ini dipecah menjadi tiga sub-keluarga: Limnodynastinae, Myobatrachinae dan Rheobatrachinae. Pemisahan ini terutama didasarkan pada kebiasaan meletakkan telur mereka. spesies dari sub-keluarga Limnodynastinae berbaring sarang busa yang dibuatnya. Betina menciptakan busa oleh mengagitasi bahan kimia pada kulitnya dengan tangan. Busa mungkin mengapung di atas air, atau berada di atas tanah. Sub-keluarga Rheobatrachinae berisi dua spesies katak lambung-merenung, dan sisanya berada dalam Myobatrachinae sub-keluarga.
18. Arthroleptidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Family: Arthroleptidae
Genus: Arthroleptis
Arthroleptis  adalah genus katak dalam keluarga Arthroleptidae ditemukan di daerah tropis Afrika .
19. Racun panah katak (Dendrobatidae)
Dendrobates Azureus
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Superfamily: Dendrobatoidea
Family: Dendrobatidae
Poison dart frog (juga panah-racun katak, kodok racun atau sebelumnya katak panah racun) adalah nama umum dari suatu kelompok katak di Dendrobatidae keluarga yang berasal Tengah dan Amerika Selatan . Tidak seperti kebanyakan katak, spesies ini aktif di siang hari dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah.  Walaupun semua dendrobatids liar setidaknya agak beracun, tingkat toksisitas bervariasi dari satu spesies ke yang berikutnya dan dari satu populasi yang lain. Banyak spesies yang kritis terancam punah .  Amfibi ini sering disebut "katak panah" karena pribumi Amerindian menggunakan 'dari mereka sekresi beracun untuk meracuni ujung blowdarts . Bahkan, lebih dari 175 spesies, hanya tiga telah didokumentasikan sebagai yang digunakan untuk tujuan ini ( curare tanaman lebih sering digunakan), dan tidak ada berasal dari dendrobates genus, yang paling dicirikan oleh warna yang cemerlang dan pola kompleks anggotanya.
Sebagian besar spesies katak panah beracun yang kecil, kadang kurang dari 1,5 cm (0,59 in) panjang dewasa, meskipun sedikit yang sampai dengan 6 cm (2.4 in) panjangnya. Mereka berat sekitar 2 gram, tergantung pada ukuran katak. Kebanyakan katak panah beracun berwarna cerah, menampilkan aposematic pola untuk memperingatkan pemangsa potensial. Pewarnaan cerah mereka dikaitkan dengan toksisitas dan tingkat alkaloid.  Katak seperti yang spesies dendrobates memiliki tingkat tinggi alkaloid, sedangkan spesies Colostethus yang samar berwarna dan tidak beracun. Tidak seperti katak lainnya, mereka adalah diurnal , bukannya terutama pada malam hari atau kusam . Ketika lahir dan dibesarkan di penangkaran, katak racun tidak menghasilkan racun kulit yang mereka mempertahankan di habitat asli mereka.

Mereka bertelur di tempat-tempat lembab, termasuk pada daun, pada tanaman, antara akar terbuka, dan di tempat lain, dan biarkan kecebong untuk lolos ke punggung mereka setelah mereka menetas. Mereka kemudian membawa piggy-didukung kecebong ke air, di mana larva tetap sampai metamorfosis . Air kolam renang biasanya, tetapi beberapa spesies menggunakan air berkumpul di bromeliad atau tanaman lainnya; beberapa spesies menyediakan makanan, memasok kecebong dengan telur yang tidak dibuahi untuk makan. dan
Habitat

Racun katak panah yang endemik lembab , lingkungan tropis Tengah dan Amerika Latin (Amerika Selatan). Katak ini umumnya ditemukan di daerah tropis hutan hujan , termasuk di Bolivia , Kosta Rika , Brasil , Kolombia , Ekuador , Venezuela , Suriname , Perancis Guyana , Peru , Panama , Nikaragua dan non-asli Hawaii .

Habitat alam termasuk hutan dataran rendah yang lembab subtropis atau tropis, subtropis atau semak dataran tinggi tropis, Montanes lembab subtropis atau tropis dan sungai-sungai, rawa-rawa air tawar, rawa air tawar berselang, danau dan rawa. Spesies lainnya dapat ditemukan di padang rumput dataran rendah musiman basah atau kebanjiran, tanah yang subur, padang rumput, kebun pedesaan, perkebunan, savana lembab dan berat bekas hutan yang terdegradasi. Premontane hutan dan daerah berbatu juga telah diketahui memiliki katak. Dendrobatids cenderung hidup pada atau dekat dengan tanah, serta pohon sebanyak 10 meter (33 kaki) dari tanah.
Reproduksi

Banyak jenis racun katak panah berdedikasi orang tua. Dendrobates pumilio yang baru menetas berudu membawa mereka ke dalam kanopi. Para berudu menempel pada lendir di belakang orang tua mereka. Setelah di bagian hulu pohon-pohon hutan hujan orang tua deposit muda mereka di kolam air yang menumpuk di epifit tanaman seperti bromeliad . Feed kecebong pada invertebrata dalam pembibitan arboreal mereka dan ibu mereka bahkan akan melengkapi diet mereka dengan mendepositokan telur ke dalam air. Kodok racun lainnya bertelur di tanah hutan, tersembunyi di bawah serasah daun. Katak Poison pupuk telurnya eksternal, yang mengatakan, betina meletakkan telur kopling dan laki-laki menyuburkan mereka sesudahnya, dalam cara yang sama seperti ikan yang paling ( fertilisasi eksternal ). Racun kodok sering dapat diamati setiap mencengkeram serupa lainnya, dengan cara katak yang paling bersetubuh in Namun, demonstrasi tersebut sebenarnya pertandingan gulat teritorial. Baik jantan dan betina sering terlibat dalam perselisihan atas wilayah. jantan akan berjuang untuk tempat betenggernya burung yang paling menonjol dari yang untuk menyiarkan kawin nya panggilan; atas melawan diinginkan, sarang dan bahkan menginvasi sarang lain untuk betina melahap pesaing telur.'s betina
20. Hemisotidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom :  Animalia
Filum: Chordata
Class:  Amfibi
Order : Anura
Subordo : Neobatrachia
Família : Hemisotidae
21.Hyperoliidae
Alang dan Katak Bush
Heterixalus alboguttatus

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Family: Hyperoliidae
Subfamilies
Hyperoliinae
Kassininae
Leptopelinae
Tachycnemidae
Hyperoliidae  adalah keluarga kecil menengah, berwarna cerah, katak yang berisi lebih dari 250 spesies dalam 19 genera. Hyperoliidae berkisar dari 1,5 cm (0,59 in) untuk 8 cm (3.1 in) panjang tubuhnya. Banyak spesies, cerah bermotif, kulit halus yang hampir terlihat enamel.

Kebanyakan Hyperoliidae arboreal, namun ada juga yang darat, termasuk beberapa Kassina spesies yang bergerak dengan berjalan kaki atau berlari daripada melompat. Ketak ini juga hanya memangsa telur spesies anura yang lainnya.
Berkembang biak di keluarga ini dimulai pada awal musim hujan di mana Hyperoliids berkumpul di lokasi penangkaran. Kebanyakan hyperoliidae bertelur di air, meskipun busa, pohon lubang pembibitan bersarang, dan peletakan telur dalam vegetasi di atas air adalah semua perilaku diketahui [2] . Afrixalus membangun sarang daun untuk telur-telurnya, dengan melipat dan mengelem tepi daun. Berudu adalah tipe kolam larva dengan sirip punggung besar di ekor. Hyperoliidae merupakan fosil yang tdak diketahui.
21. Microhylidae 
Gastrophryne carolinensis
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Family: Microhylidae
Subfamilies:
Asterophryinae
Brevicipitinae
Microhylidae  adalah keluarga katak yang geografisnya luas . Ada 413 spesies dalam 69 genus dan sembilan subfamilies, yang merupakan jumlah terbesar genera dari setiap keluarga katak.
Seperti yang disarankan oleh namanya, microhylids adalah kebanyakan katak kecil.  Banyak spesies yang di bawah 1,5 cm (0,59 in) panjang, walaupun beberapa jenis yang sama besar dengan 9 cm (3,5 in). Mereka dapat arboreal atau terestrial, dan beberapa bahkan kebiasaan dekat dengan air. Penghuni tanah biasanya ditemukan di bawah serasah daun dalam hutan, kadang-kadang menjelajah keluar pada malam hari untuk berburu. Ada dua bentuk utama bagi microhylids, satu dengan badan lebar dan mulut sempit, dan yang lainnya dengan proporsi katak normal. Mereka dengan mulut sempit umumnya memakan rayap dan semut , dan yang lainnya memiliki diet yang paling khas katak. Spesies dari genus breviceps adalah menggali katak ditemukan di daerah kering Afrika. Beberapa spesies mereka bahkan akan bertelur mereka di bawah tanah.
Reproduksi

Microhylids dari New Guinea dan Australia benar-benar memotong kecebong panggung, dengan pengembangan langsung dari telur menjadi katak. Spesies arboreal sehingga dapat meletakkan telur dalam pohon, dan tidak perlu usaha ke tanah. Dimana spesies memiliki berudu, ini hampir selalu kekurangan gigi atau paruh horny khas dari kecebong keluarga lainnya
 Anatomi

Tengkorak telah dipasangkan palatin dan frontoparietals. Facial saraf melewati foramen anterior akustik dalam kapsul auditori; ganglia saraf trigeminal dan wajah yang fusi membentuk ganglion prootic. Ada delapan (atau tujuh) tulang holochordal presacral dan mereka semua precoelous kecuali permukaan cekung ganda pada presacral terakhir. Korset Pectoral adalah firmisternal dan menunjukkan beberapa mengurangi klavikula dan procoracoids Terminal falang tumpul, menunjuk atau t-berbentuk. Berudu kurangnya berkeratin bagian mulut dan memiliki ruang spiracular besar dikosongkan oleh spirakel caudomedial.
22. Ranidae
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amfibi
Order: Anura
Suborder: Neobatrachia
Superfamily: Ranoidea
Family: Ranidae
Subfamilies
Petropedetinae
Raninae
Keluarga Ranidae, memiliki distribusi terluas dari setiap katak keluarga. Mereka adalah melimpah di sebagian besar dunia, terjadi di semua benua kecuali Antartika . Katak-katak yang benar adalah hadir di Amerika Utara , bagian utara Amerika Selatan , Eropa , Asia , Madagaskar , Afrika dan dari Hindia Timur untuk New Guinea , sedangkan spesies asli Australia - yang Kayu Australia Katak (Hylarana daemelii) - adalah terbatas pada jauh di utara .

Biasanya, katak benar adalah halus, katak berkulit basah, dengan besar, kaki kuat dan kaki berselaput ekstensif. Katak-katak benar sangat bervariasi dalam ukuran, mulai dari yang kecil - seperti Katak Kayu (Rana sylvatica) - untuk katak terbesar di dunia, katak Goliat (Conraua goliath).

Banyak katak sejati air atau tinggal dekat dengan air. Sebagian besar spesies bertelur di air dan pergi melalui tahap berudu. Namun, sebagaimana dengan kebanyakan keluarga katak, ada variasi besar habitat dalam keluarga. Mereka dari genus Tomopterna adalah menggali katak asli ke Afrika dan menunjukkan sebagian besar karakteristik umum untuk katak menggali di seluruh dunia. Ada juga spesies arboreal katak benar, dan keluarga termasuk beberapa dari sedikit amfibi yang dapat hidup di air payau.
23. Allophrynidae
24. Pseudisae
25. Rhinodermatidae
26. Microhylidae
27. Rachoporidae

2 komentar:

  1. terimakasih.
    tulisan km sangat membantu...

    BalasHapus
  2. dan boleh saya meminta sumber penulisan makalah di atas.
    karena sya sangat membutuhkan sumbernya(daftar pustaka).
    terimakasih.

    BalasHapus